Saturday, January 24, 2009

Eksotisme Ranah Sumatra

Sebelum saya mulai menulis, ingin mengkonfirmasi judul tulisan terlebih dahulu. Bahwasanya saya menulis judul berlebihan, tulisan tidak akan menguak eksotisme ranah sumatra yang sebenarnya :)

Beberapa waktu lalu, tepatnya tanggal 17 dan 18, menyempatkan diri mengunjungi suatu kota di sudut sumatra yang bernama Bengkulu. Tidak lain, hanya ingin memenuhi undangan pernikahan seorang sahabat dekat seangkatan sejurusan :) Bersama seorang sahabat lainnya, kami menginjakkan kaki pertama kalinya di bengkulu. Sebuah kota kecil ternyata, cenderung sepi dan kurang dinamis. Bahkan taksi pun tak ada. Walhasil, kami bingung, setibanya di tempat, banyak yang menawarkan taksi, namun tak satupun taksi terlihat. Ternyata, taksi yang dimaksud adalah mobil sewaan. Untungnya kota bengkulu termasuk kota aman, tidak seperti di palembang (berdasarkan informasi si supir dan tampaknya begitulah adanya), jadi tidak masalah untuk menaiki alat transportasi yang satu ini menuju tempat calon pengantin.

Kami tiba lebih cepat dari yang diperkirakan, sehingga masih banyak waktu untuk berinteraksi dengan calon pengantin di kamarnya. Berinteraksi disini bisa juga dikatakan berfoto bersama :). Interior sangat khas sumatra barat, berhubung kedua calon mempelai berdarah sama, darah padang. Interior yang khas ini membuat teman saya lebih semangat lagi untuk berfoto ria. Menunggu cukup lama, hingga fotografer pernikahan pun didatangkan ke KP (kamar pengantin) untuk mengambil momen sejenak sebelum ijab kabul.

Acara Ijab kabul berlangung lancar. Akhirnya prosesi serah terima anak perempuan dari seorang ayah ke mempelai pria telah selesai. Saatnya untuk menikmati hidangan karena lambung sudah memohon diberikan bahan makanan untuk diproses menjadi glukosa karena jam sudah menunjukkan sekitar pukul 12. Kemudian, kami melakukan sedikit ramah tamah dan foto2x setelah prosesi akad nikah. Setibanya di penginapan, kami tak sanggup melanjutkan acara mengunjungi pantai. Dengan kondisi badan yang tidak fit, kami memutuskan untuk beristirahat saja.

Keesokan harinya, kami memutuskan untuk membayar hutang kami kemarin, pagi-pagi menuju pantai panjang yang terletak tepat di kota bengkulu ini. Pantai sepanjang 8 kilometer ini bisa dikatakan cukup natural karena belum dimanfaatkan maksimal sebagai pantai wisata dan tentunya belum tercemar oleh wisatawan luar negeri. Perjalanan menuju pantai sungguh dipenuhi dengan lika liku. Karena kami tidak mengetahui tempat persis dan tidak ingin mengganggu sang pengantin baru, berbagai usaha kami lakukan. Berbekal informasi pantai yang hanya berjarak 500KM (tanpa mengetahui secara persis 500KM itu sebenernya seberapa jauh sih?) dan bisa ditempuh dengan berjalan kaki, perjalanan dimulai. Sebelumnya bertanya dengan penduduk setempat tentunya dengan bahasa indonesia. Entah mengapa yang ditanya menyahut pertanyaan teman saya tapi menggunakan bahasa yang tidak dikenal, ternyata dia tidak bisa bahasa indonesia (kenapa tidak bilang dari awal *dalam hati, kata temen saya* :D )
Transportasi becak tampaknya patut dicoba, malas untuk jalan sebenarnya.. tapi terjadi sesuatu yang membuat kita memutuskan untuk tidak coba-coba menggunakan transportasi itu. Perjalanan setelah simpang lima ternyata cukup melelahkan, mengapa kami tak sampai2x. Tanpa disengaja, melihat rumah fatmawati -istri soekarno-, patut untuk kami ambil gambarnya. Sebuah rumah panggung khas sumatra.

Siangnya, kami melanjutkan untuk mengikuti walimahan sang pengantin. Dengan budaya minang, sang pengantin tampak cantik sekali. Kebahagiaan terpancar sempurna dengan dominansi merah emas di seluruh dekorasi dan pakaian pengantin. Tarian piring meyambut kedatangan mereka berdua. Anak-anak kecil dengan lihainya bernari. Alhamdulillah, berarti adat masih memiliki generasi penerus. Menurut saya, tarian tradisional indonesia jauh lebih menarik dibanding break dance ataupun modern dance yang diminati kaum muda zaman sekarang.

Setelah prosesi itu, kami melanjutkan perjalanan menuju rencana selanjutnya. Teman SMA sandra menawarkan berkunjung ke rumah pengasingan soekarno di bengkulu. Mengiyakan untuk mampir sebentar, menemukan banyak spot menarik,
termasuk foto-foto beliau bersama keluarga. Ternyata istri pertamanya adalah bu Inggit yang kelahiran sunda, bukan bu Fatmawati yang kelahiran bengkulu (baru tahu saya).
Sorenya, mencoba menangkap gambar sunset dan bermain-main kembali ke pantai. Ternyata, sore hari lebih ramai dibanding pagi hari. Banyak penduduk setempat bermain bola dan sebagian berendam di pantai menikmati hembusan ombak di tubuh.







Tertanda, Nit-Ulya




Friday, January 23, 2009

Realitas Maya

Realitas maya adalah teknologi yang membuat pengguna dapat berinteraksi dengan suatu lingkungan yang disimulasikan oleh komputer (computer-simulated environment), suatu lingkungan sebenarnya yang ditiru atau benar-benar suatu lingkungan yang hanya ada dalam imajinasi

Tampaknya ada yang perlu diperbaiki dari definisi diatas, karena komputer bukan satu-satunya wadah bagi realitas maya. Handset sekarang sudah menjadi hal umum untuk mengakses dunia maya, bahkan dengan tersedianya blackberry dengan imejnya yang always connected.

Melihat behavoiur yang terjadi belakangan di lingkungan sekitar, realitas maya bahkan bisa dikatakan versi teknologi dari teman khayalan. Teman khayalan adalah istilah dalam psikologi yang mengartikan adanya seseorang yang hanya terlihat oleh satu orang dan tidak terlihat oleh orang lain. Oleh karena itu, ia disebut teman khayalan. Kondisi ini biasanya dialami pada masa kanak-kanak. Dengan adanya fasilitas realitas maya ditambah lagi perkembangan teknologi handset yang begitu pesatnya, kita bisa mendapatkan teman dimanapun kapanpun tanpa perlu mengeluarkan effort yang begitu besar. Facebook adalah satu contoh yang dapat memanfaatkan celah kelemahan manusia yang ternyata membutuhkan "teman khayalan" di seluruh masa hidupnya, hingga menghasilkan keuntungan yang tidak sedikit. Pada awalnya, beberapa teman hanya memanfaatkan games-games bagus yang disediakan aplikasi tersebut untuk kemudian bersaing dalam poin. Kemudian berkembang menjadi jalinan pertemanan via internet yang lebih intensif, fungsi update status menjadi salah satu yang paling digemari saat ini.
Sebutlah contoh lain lagi, Yahoo Messenger ataupun Plurk (yang sekarang terkoneksi juga dengan Facebook), membuat dunia semakin kecil, teman bisa diperoleh kapanpun dimanapun.

Semua itu berpangkal pada kondisi fitrah manusia yang membutuhkan teman. Ingat tamagotchi (A small electronic virtual pet)? games ini dulu begitu populer pada tahun 90an. Kurang lebih sama, menjadi teman dimanapun kapanpun.

Teknologi canggih tidak akan jauh jauh dari fitrah manusia. Jika ingin menghasilkan keuntungan yang besar, cukup berfikir sederhana dan memanfaatkan teknologi yang ada. Realitas maya akan selalu mendukung Anda untuk menghasilkan keuntungan yang sebesar2xnya. Hanya menunggu untuk dimanfaatkan.

(source for definition: wikipedia)

Wednesday, January 21, 2009

Just Write



I want to write
then write
write
and write again

Jealousy come when others update their journal
it's oK, coz make me even want to write
more and more

Yesterday, I failed to write
Two days ago, I failed too
But now, in this office hours
*I'm so sorry
I can't stand to write

Need to read more
so I can write more
Need to 'watch' more
so I can write deeply more

Even so many things can't be written
But, I will find way to keep on write
Even for this one posting
Which clearly unclear

Thanks to all my friend who make me want to write moreover


---Cause write will make us better, (at least) to track our journey, to remind and to remain---

Friday, January 16, 2009

Jawaban atas Pertanyaan Setahun Lalu

"Kemudian, setahun kedepan apakah akan masih sama?"

Tidak pernah bermaksud menjawab pertanyaan tersebut dengan jawaban "tidak sama".
Akan tetapi, itulah yang terjadi, jembatan i
tu sudah ditinggalkan menuju alternatif jalan lain yang ditunjukkan seorang kawan. Senja itu kini sudah tidak pernah terlihat lagi, berikut adalah gambar terakhir yang berhasil diperoleh, 27 November 2008

Senja di kota lain



See, how twilight is so beautiful..

*to be continued..