Showing posts with label MyLife. Show all posts
Showing posts with label MyLife. Show all posts

Thursday, February 10, 2011

Puas RUM... Puas Kasih ASI

...sedang asyik ngobrol tentang home treatment dengan seorang teman di lift.. jam pulang kantor...
"Eh, ada Mas xxx"
'Ini ibu - ibu mau pada pulang?'
"iya"
'semuanya?'
"iya"
"Apa kabar mas.. lama tidak berkoordinasi"
'Alhamdulillah sehat.. anak apa kabar ? sehat?'
"Alhamdulillah sehat, sempat kena flu, tapi sekarang sudah baikan"
'Kasih ASI, itu paling bagus'
"iya mas, Alhamdulillah masih full ASI"
...sampai di lantai dasar kemudian berpisah...

Alhamdulillah, walau si Bapak belum dikaruniai anak, dia sudah paham terlebih dahulu tentang urgensi pemberian ASI. Beda dengan saya yang baru ngeh pada masa-masa kehamilan saya.Alhamdulillah dikasih lingkungan yang pro ASI ditengah-tengah arus modernisasi kota Jakarta yang kalau gak kasih sufor bisa dibilang pelit karena si Ortu dua-duanya bekerja. It isn't all about money, right? but money does support a lot of things, hehe. Ditengah-tengah hebohnya penemuan dari grup penelitian di IPB tentang susu formula sampel tahun 2003 - 2006 yang terkontaminasi bakteri sakazaki , ASI terasa jadi barang yang mewah sekali. Puas rasanya masih bisa kasih ASI sampai sekarang, semoga bisa lanjut terus.

Lain cerita nih, cuaca di kota Jakarta sedang tidak ramah, penyakit kok rasanya gampang sekali hinggap ya. Parahnya lagi, kali ini menyerang saya PLUS anak saya. Cobaan untuk IRUM pertama kalinya, karena Athar biasanya sakit hanya karena KIPI imunisasi, kali ini terserang flu yang membuat suhu badannya lebih tinggi dari biasanya. Sebenarnya saya sendiri hampir terjerumus ke perbuatan IRUM terhadap diri saya sendiri kalau tidak diteriaki teman saya sendiri "Mba  ul.. kamu kok IRUM siiii???? Mba nope... Mba rine... Mba ulya niiiiiyyyy... " hahaha, lucu sekali teman saya itu.  Padahal saya sendiri sudah tahu, obatnya ya istirahat, makan dan minum yang banyak, trus jangan lupa pake masker biar virusnya gak pingpong ke Athar. Tapi yaa.. secara.. kerjaan tuh numpuk diawal bulan, mana bisaa istirahaat. Di rumah juga tentunya tidak bisa istirahat full, diinterupsi sedikit-sedikit waktu tidurnya buat si kecil Athar. 
Buat saya sudah jelas, makan minum yang banyak, istirahat pas weekend plus balsam dan tentunya massage untuk mengurangi gejala yang timbul sambil menunggu kekebalan naik dan melawan virus-virus flu. Sempat konsultasi dengan teman yg berprofesi dokter, 
"udah empat hari ya meler, bersin pusingya?.. saranku harus kasih antibiotik tuh"
(dalam hati , 'tidaaaaaakkk')  'kok antibiotik, kan ini virus bukan bakteri'
"abis dikasih vitamin juga gak sembuh2"
maaf ya Bu dokter, tapi saya anti AB kalau untuk flu aja. Wah, harus meracuni temanku itu dengan virus RUM nih.
Untuk Athar, perbanyak cairan, tempel terus asinya, rendam air hangat + minyak kayu putih, kasih transpulmin bb untuk mempernyaman tidurnya plus borehan bawang + minyak kayu putih dkk. Kalau untuk Athar lebih gak tega lagi kasih obat, masih kecil, efek samping jangka panjangnya yang dikhawatirkan, plus.. belum perlu ah.. 
Suami sempat ajak Athar ke dokter, wajar sih.. gak tega lihat anak sakit. Aku sih hayuk aja, insyaAllah ta' bawa ke dokter-dokter yang RUM biar suami tenang dan semakin mendukung aksi RUM dikeluarga, Alhamdulillah gak sampai kesana, sudah baikan suhu tubuhnya dan kembali ceria. 
Masih belajar banyak untuk RUM, apalagi keluarga saya masih belum RUM dan saya sempat dipaksa minum obat warung P*****d ketika flu kemarin. 
Kadang ada yang berfikir, kenapa mikir dua kali untuk kedokter dan minum obatnya? kan direimburse juga biaya kesehatannya. Ke dokternya sih gak masalah, treatmentnya yang harus mikir dua kali. Sekali lagi, it's not about the money, (but money does support a lot of things *tetep). 

..di lift.. jam pulang kerja..
"Puas kan kalau berhasil RUM?"
' iya juga ya' 

*lanjut nanti utk library nya..

Tuesday, December 14, 2010

THE SWATCH THING

Ahad, 28 Januari 2008
Di sebuah boarding room Bandara Soekarno Hatta

"Bagus mba jamnya, lucu.. beli dimana?"
'oh, ini jam swatch, dibeliin nenekku. Dibawain dari paris'
"ooh, lucu ya mba :)"
'iya, ini dibeliin waktu aku SMA. Kalau di luar negeri harganya memang lebih murah'

* tertarik dan mulai berfikir untuk titip teman di luar negeri membawakan sebuah jam swatch
Seiring berjalan waktu, keinginan itu mulai dilupakan.


Pertengahan tahun 2010

I got a similar watch like what she worn that time,
without asking at all and without expense money of course ^ ^ ...

another goodies that feel so sweet..

Yes, Allah answers our wishes, in a time and occation that we can't imagine :)


Let's make WISHES :D


-- Warming Up before the day--

Tuesday, November 30, 2010

My Lovely Son

Anakku,
Kamu semakin hari semakin lucu  ^  ^

Semakin hari semakin pintar ^  ^

Semakin hari semakin sayang kami padamu



Saturday, October 16, 2010

Kelas Laktasi Dadakan

Dear Readers,
Kali ini ingin berbagi tentang aktifitasku ketika bekerja kembali setelah cuti melahirkan. Hanya ada satu aktifitas tambahan, yaitu memerah asi. Aktifitas ini dilakukan demi memenuhi kebutuhan asupan asi sang buah hati di rumah. Biasanya, para ibu di kantorku melakukan aksinya di toilet (restroom bahasa kerennya) kantor. Untungnya toilet kami sudah masuk kategori office tower bintang lima, kalau tidak, gak akan mau kita perah asi disana. Alhamdulillahnya lagi, terdapat lima orang ibu menyusui (sudah termasuk saya) ketika masuk kembali, sehingga kami sering melakukan aktifitas bersama-sama di sebuah ruangan bernama studio dan ruang make-up. Ruangan tersebut adalah ruangan kosong yang tidak digunakan oleh karyawan, sehingga bisa kami gunakan untuk mengisi botol-botol cinta untuk anak kami. Mimpi kami, memiliki ruangan yang benar-benar khusus diperuntukkan bagi ibu menyusui, semacam ruang menyusui. Ruang tersebut sebenarnya sudah disediakan di wisma mulia lantai.17 tapi itu disebrang gedung city plaza dan menghabiskan waktu jika harus kesana terlebih dahulu. Baru saja diketahui kalau di gedung indosat, terdapat ruang menyusui yang difasilitasi  tiga atau empat set alat pumping elektrik, LCD TV, kulkas dll. Wow, perlu dapat apresiasi dari AIMI nih :).
Satu mimpi lagi adalah membuka day care di sekitar kompleks wisma mulia, pasti laku, namun terhambat dana dan banyak faktor untuk merealisasikannya. Inginnya terus bersama anak di rumah, namun masih belum bisa karena plan A belum terpenuhi, maka kami memilih plan B. Selain itu, saya masih percaya mengasuh anak bukan tentang bagaimana caranya tetapi bagaimana kita, orang tua mengupgrade diri sendiri karena otomatis itulah yang akan membentuk anak kita kelak. Jadi, sekali lagi, selama plan A belum terpenuhi, plan B dulu deh dijalani. Plan yang masih bisa menyumbang upgrade diri dan keluarga.

afternoon hangout with the pumping group before tina's maternity leave


Luluk Lely Soraya, ya kami sudah mengenalnya sebagai vendor di perusahaan kami, namun siapa sangka kalau ternyata beliau adalah duta ASI WHO yang sering melakukan kampanye asi ke berbagai daerah. Beliau juga seorang administrator sebuah milis yang anggotanya banyak dan aktif, ilustrasinya, ketika saya bergabung di milis tersebut, ribuan email langsung memenuhi inbox email saya. Milis tersebut adalah milis sehat yang juga berupaya untuk merasionalkan penggunaan obat di Indonesia yang masih irrasional,contohnya penggunaan puyer yang sudah dilarang diseluruh dunia, tapi masih ada saja di Indonesia, memprihatinkan sekali :(. 

Ketika beliau berkunjung ke meja, langsung saja ditodong oleh salah seorang group pumping kami untuk melakukan kelas laktasi dadakan, sambil praktek sedikit tentunya. Di ruang studio, kami melakukan kelas laktasi dadakan yang singkat sekali namun padat, karena kami juga sudah dibekali ilmu laktasi sebelumnya. Informasi yang lebih banyak didapat sebenarnya lebih ke keadaan perspektif masyarakat indonesia tentang asi. Bahkan, dokter anak pun belum memiliki kurikulum tentang asi, padahal bukankah itu makanan utama bayi ketika lahir? sekali lagi, memprihatinkan. Bagaimana hasilnya jika banyak orang tua menyerah memberikan asi, sementara beberapa petugas kesehatan tidak dibekali ilmu untuk meng-encourage para orang tua tersebut? Tugas kita masih banyak untuk mensosialisasikan asi untuk diberikan kepada anak minimal 6 bulan pertama dimasa kehidupannya di Indonesia. Untungnya saya dikenalkan oleh lingkungan yang pro asi, kalau tidak mungkin sudah terjerembab ke lembah susu buatan yang gizinya masih tidak lebih baik dari asi yang didinginkan. ASI itu unik, berbeda untuk setiap ibu dan berbeda untuk setiap umur pertumbuhan bayi, jadi jangan menyerah ya ibu-ibu... :)

Go Fight for ASI, readers :)
Cheers...

Thursday, October 14, 2010

Monday, August 30, 2010

Bijak Menggunakan THR

Semenjak memiliki lebih banyak waktu di rumah, saya jadi lebih sering mendengar siaran berita di televisi. Entah kenapa sering sekali saya mendengar tema tema mengenai penggunaan THR, maklum, bulan Ramadhan selain identik dengan segala sesuatu yang bernuansa religi juga diidentikkan dengan adanya THR, tunjangan hari raya. Saya sempat bertanya, darimana ya cikal bakal THR ini? mungkin karena adanya momen mudik lebaran sehingga perusahaan mengakomodir karyawannya dengan pemberian THR ini. Kabarnya, PNS pada waktu silam tidak memasukkan THR dalam anggaran remunerasi pegawainya, jadi dana diambil dari anggaran pribadi masing-masing institusi, mungkin masih sampai sekarang(?). 

Jadi, ada apa dengan THR? terpicu oleh obrolan dengan salah satu teman mengenai manajemen keuangan dalam rumah tangga, momen THR ini saya rasa menjadi salah satu kesempatan untuk memenuhi amplop-amplop keuangan RT alias Rumah Tangga. 

Sikap konsumtif mewabah di Indonesia ketika Ramadhan datang. Benarkah??
Yaaa, kalau dilihat dari liputan-liputan di televisi, omset penjualan yang naik, ramainya penjual makanan dan pakaian, saya rasa memang demikian adanya. Ada yang berdalih, "toh setahun sekali". Well, kalau masih bisa dimanfaatkan untuk pundi pundi lain selain belanja pribadi, mengapa tidak? setahun sekali juga bukan kita mendapat tambahan berupa THR ini? :) 

Menurut saya, penggunaan THR dalam suatu keluarga sangat bergantung dari visi misi keluarga tersebut. Mungkin bukan visi misi yang sering kita lihat dalam organisasi, tapi lebih kepada perencanaan mau dibawa kemanakah keluarga kita dalam (setidaknya, dan bukan bermaksud meniru repelita :D ) lima tahun kedepan. Ah, tapi saya bukan ahli keuangan, jadi tidak bisa mematok nilai prosentasi dalam tiap amplopnya. 

Hutang (baik itu hutang kepada orang atau hutang cicilan) adalah satu yang utama untuk dilunasi. Kenapa? karena ketika hutang menipis, dana bisa dimaksimalkan untuk investasi atau menambah hutang yang lain :) (hutang cicilan untuk investasi maksudnya). Juga mengingat salah satu prinsip dalam islam juga yang menyebutkan bahwa tidak bisa kita makan enak sementara masih ada hutang yang belum terbayar. Merasa tersindir? semua orang rasanya akan merasa tersindir :D. Tapi, ada juga yang berpendapat bahwa tidak apa-apa hutang dibiarkan lama, sementara dananya bisa untuk diputar ke tempat yang lain yang menghasilkan dana tambahan, hmmm.. Sekali lagi saya belum menggali lebih lanjut antara hubungan prinsip islam mengenai hutang dan pemanfaatan hutang, mungkin ada tafsir yang lebih dari sekedar kalimat harfiahnya.

Oke, pertama hutang, kedua adalah investasi dalam bentuk apapun yang disukai, walaupun mungkin baru bisa berupa tabungan. Lebih besar nilai return investasinya, lebih besar pula resikonya. Kalau mau mencari investasi yang aman dan returnnya besar, biasanya butuh waktu lama. Jadi, disesuaikan dengan rencana RT kita tentunya. Mengenai jenis-jenis investasi, rasanya sudah banyak yang membahas, tinggal dipilih dipilih :). Baru terfikir oleh saya dua amplop yang dapat diisi ketika kita (mumpung) mendapat THR. Dua amplop tersebut tentunya setelah dikurangi amplop zakat dan sedekah demi bersih dan barokahnya harta kita.

Sekian uneg-uneg yang mau dikeluarkan, (mumpung) ga bisa tidur lagi setelah terbangun. Saatnya tidur lagi sebelum nanti bangun lagi menemani orang-orang makan sahur.

Monday, August 23, 2010

Motherhood I (Menyusui yuk...)

Dua bulan tiga hari adalah usia saya dalam dunia Ibu, tentunya belum cukup menjadikan saya seorang profesional mom. Namun, dua bulan tiga hari cukup untuk membuat saya berbagi pengalaman, terutama agar para new mom tidak melakukan kesalahan seperti yang pernah saya lakukan.

Common problem yang sering terjadi :

1. Problem Menyusui

Sebelum melahirkan, saya selalu diwanti-wanti teman kantor untuk memberikan asi eksklusif. Kenapa?
Mengutip dari william sears, M.D. dalam bukunya the baby book "air susu manusia untuk bayi manusia adalah sungguh masuk akal!", begitu juga Hiromi shinya,M.D dalam bukunya the miracle of enzym,berpendapat bahwa "susu sapi hanya untuk anak sapi" (oops).
Lagi-lagi saya setuju dgn dr.sears bahwa tampaknya mudah untuk beralih ke susu formula,ketika melihat perjuangan ibu untuk memberikan asi pada awal kelahiran. Setidaknya itu yang saya alami, derai air mata turut mengiringi proses pemberian asi karena khawatir tidak berhasil, walau mungkin efek dari baby blues juga(kondisi ibu yang tiba2 sedih dan menangis karena hormon pasca melahirkan).
Langsung saja,berikut adalah persiapan dan masalah yang mungkin terjadi.
- siapkan baju menyusui (baju yang memiliki kancing atau resleting di depan), bra menyusui plus breast padnya, pompa asi (alat perah asi, jaga jaga bila asi sudah keluar namun bayi belum bisa menyusui, untuk menghindari bengkak dan mastitis pada PD)
Biasanya pompa disediakan oleh rumah sakit. Tapi saran saya,lebih baik mempelajari cara perah asi dengan tangan sebelum membeli pompa asi. Perah dengan tangan lebih simpel, tidak perlu sterilisasi alat, murah dan tidak sakit. Caranya bisa dicari di google atau youtube dengan kata kunci teknik marmet.
- Manfaatkan secara maksimal jasa suster untuk memperlancar proses menyusui.
Jangan sungkan sungkan ya, kalau perlu datangi konsultan laktasi di kota anda.
- Tahan godaan memberikan susu formula kepada bayi, karena bayi mampu "puasa" selama tiga hari. Terus lakukan usaha pemberian asi secara langsung atau asi perahan. Jika asi belum keluar,terus susui bayi anda karena akan merangsang keluarnya asi.
Jangan lupa dorongan dari keluarga agar sang ibu tidak mudah menyerah,mengingat kondisinya yang masih lemah.
- Siapkan donor asi, bila perlu. Mengenai donor asi, bisa didiskusikan dengan suami terlebih dahulu. Pada beberapa orang tidak prefer menggunakan jasa ini mengingat efeknya di masa depan.
- Lakukan pijat PD dan kompres air hangat air dingin secara bergantian untuk memperlancar asi. Cara pijat disearch di youtube aja ya, agak sulit menjelaskannya disini.
- Untuk menghindari kasus flat nipple, lakukan perawatan nipple sejak hamil 7 bulan keatas. Caranya, bersihkan nipple dan tarik-tarik perlahan menggunakan baby oil.
- Lecet pada nipple wajar terjadi pada minggu minggu awal menyusui,karena lidah bayi masih kasar. Solusinya, selalu oleskan asi sebelum dan sesudah menyusui serta angin anginkan sebentar setelah menyusui,cara ini yang paling efektif untuk saya. Ada beberapa cream yang mungkin membantu, semisal momilen, kamilosan dan medela purelan. Silahkan pilih cara yang paling disukai. Selebihnya, memang harus ditahan walau menyusui sambil nangis menahan sakit :-D,demi manfaat yang abadi. Untuk bayi laki laki kabarnya lebih kuat nyusunya, sehingga lebih berpeluang lecet, setidaknya itu hasil survey saya sendiri terhadap teman-teman. Siapkan mental saja ya Bu.
- Lakukan perlekatan (latch on) yang tepat, yaitu mulut bayi terbuka maksimal sehingga bayi menyusu pada bagian aerola bukan pada nipple saja, perut bayi head to head dengan perut ibu.
- Jika terjadi bengkak atau bahkan mastitis pada PD anda, lakukan pijat dan kompres lalu perah. PD yang bengkak harus diperah atau disusui,jika tidak,bisa menjadi mastitis yaitu bengkak,sakit jika disentuh disertai demam, sangat tidak nyaman tentunya.
- Selain tekad dan niat yang kuat, dukungan keluarga terutama suami sangat penting dalam proses pemberian asi. Jika tidak, jangan heran kalau bayi anda tidak pernah merasakan ASI yang merupakan hak bayi tentunya.
- Terakhir, ikuti milis yang dapat membantu anda menemukan jawaban detail atau sekedar curhat seputar masalah penyusuan. Fyi, milis yang saya ikuti adalah asiforbaby, monggo disubscribe :-).

Sekian dulu sharingnya, baru bisa berbagi tentang menyusui. Agak susah cari waktu khusus, akhirnya ngeblog di hape, seru juga ternyata.
Alhamdulillah masih bisa berbagi walau sambil menyusui :-D
Tetep semangat untuk para new mom!

Monday, July 5, 2010

Proses Menjadi Seorang Ibu

Kehamilan Yang Dinanti

Menikah pada saat seminggu sebelum Ramadhan menurut beberapa orang mungkin bukan waktu yang tepat untuk menyegerakan memiliki momongan. Setidaknya itu komentar dari beberapa orang relative kami. Kami memang tidak pernah ingin terburu-buru dalam memiliki anak, namun tidak bisa disangkal bahwa kata kehamilan adalah yang dinanti bagi pasangan baru yang tidak ada alasan kuat untuk menunda, karena salah satu tujuan menikah adalah untuk meneruskan keturunan. Pada kebanyakan keluarga besar, anak bahkan menjadi penentu keharmonisan dalam suatu rumah tangga. Jika sang istri belum hamil dalam jangka waktu yang lama bisa jadi masalah yang rumit dalam keluarga besar. Hal inilah, sadar atau tidak sadar, yang membuat saya dan suami ingin sekali segera hamil pada waktu itu.
Sebulan tampaknya waktu yang diperlukan untuk kami siap menerima kehadiran sang janin bayi. Masih teringat ketika bulan oktober harap harap cemas dikarenakan jadwal menstruasi yang telat. Saking dinantinya, telat dua hari saya sudah melakukan cek menggunakan testpack. Testpack pertama kalau tidak salah menggunakan testpack sensitif yang merupakan salah satu bonus hadiah dari seorang kerabat yang diselipkan di buku hadiah pernikahan kami. Dua garis! tapi masih belum percaya, karena masih muda sekali warnanya. Minggu itu merupakan minggu harap harap cemas bagi kami, sudah banyak testpack yang dibeli, dicoba pagi, siang dan malam. Sempat diliputi rasa kecewa ketika kami bersepeda pagi hari di ragunan (hiburan praktis dekat kontrakan rumah :) ), karena aku merasa sedang datang bulan yang ternyata hanya perasaan saja. Setelah garis semakin menebal, kami putuskan untuk cek ke dokter kandungan, kecewa sekali ketika ternyata belum ada kantung kehamilan dan kami diminta dua minggu lagi datang untuk memastikan sekali lagi. Tidak puas dengan first opinion, kamipun mengambil second opinion ke R.S di daerah Wijaya atas saran seorang teman. Di rumah sakit itulah kami mendapatkan ucapan selamat karena kantung kehamilan ternyata sudah terlihat. Bahagia rasanya, bahkan ketika di taksi kulihat mata suamiku berkaca-kaca, terharu katanya. Senang rasanya kalau melihat dia sedang seperti itu.
Hmm, tapi kekhawatiranku tidak berhenti sampai disana, pernah mendengar istilah kehamilan semu? hamil anggur dan sebagainya? Ya, hal itulah yang masih menggangguku. Masih selalu berfikir worst things that could happen, khawatir ketika dalam kantung itu tiada janin yang berkembang. Jadi, aku terus berkonsultasi dan berdoa tentunya. Alhamdulillah semua berjalan lancar. Hari demi hari kehamilan dijalani, termasuk mual muntah yang tak terprediksi datangnya. Ketika habis tertawa bareng suami, ketika habis minum obat, ketika habis minum cendol, ketika di taksi, ataupun ketika asik bekerja. Semua kelelahan itu sudah saya lupakan. Teringat kata seorang senior di kantor yang harus menunggu lima tahun dan melakukan berbagai program kehamilan untuk mendapatkan seorang putri kecil yang cantik, beliau menasihati kami (aku dan Tina) untuk selalu bersyukur dan tidak mengeluh karena tidak semua orang dapat dengan mudah diberikan anugrah seperti yang telah diberikan kepada kami. InsyaAllah kami akan selalu bersyukur Mba :)
Di kantor, kehamilanku meneruskan estafet dari beberapa kehamilan yang sedang merebak di kantor pada waktu itu. Hal itu membuat kehamilan terasa lebih berarti, sharing sering kami lakukan sebagai sesama BuMil. Bukan itu saja, masukan pun banyak kami terima dari para 'senior' yang sudah terlebih dahulu memiliki anak. Ditambah lagi kehamilan seorang teman dekat di kantor yang menyusul empat bulan kemudian, Alhamdulillah, semuanya jadi terasa lebih excited. Buswaypun serasa mendukung kehamilanku, karena terdapat jalur khusus untuk ibu hamil dari terminal ragunan. Kehamilan tidak menjadi hambatan untuk terus bekerja.

Menjelang Hari Perkiraan Lahir

Perkiraan lahir jatuh pada tanggal 18 Juni 2010, bisa maju atau mundur seminggu. Hasil USG menunjukkan bayi kami adalah bayi lelaki. Kabarnya, untuk kehamilan bayi lelaki, persalinan bisa maju seminggu atau lebih. Akhirnya, aku mengambil cuti pada tanggal 10 Juni 2010 hingga tiga bulan kedepan. Kenyataan yang terjadi adalah rasa mulas itu belum juga menyapa. Semua orang menyarankan memperbanyak jalan kaki. Rasanya saya sudah melakukan "thawaf" alias berputar-putar di berbagai tempat hingga lelah, namun mulas itu belum juga menyapa. Hampir setiap hari selama aku cuti, teman teman, kerabat, saudara menanyakan kabar apakah sudah ada tanda tanda melahirkan atau belum. Dukungan dan saran dari mereka inilah yang sangat berarti selama masa penantian ini. Rasanya semua saran sudah dilakukan, namun dede bayi tampaknya masih betah didalam. Kontrol ke dokter semakin sering, hasil konsultasinya pun beragam dari mulai terasa santai dan menenangkan hingga ada "ancaman" induksi dan bahkan operasi. Namun dokter kandungan kami sangat menghindari menyebut kata-kata operasi, walaupun diwajahnya menampakkan ada kemungkinan itu. Sempat satu kali merasa ingin menangis jika mendengar kemungkinan operasi. Satu kata yang tidak pernah terfikir di otak saya dalam melahirkan seorang anak. Delapan hari berlalu dari masa cuti, hingga akhirnya tiba di hari perkiraan lahir bayi kami. Sebuah saran dari seorang dokter UGD yang menjadi awalan detik detik melahirkan itu tiba.

Detik detik Kelahiran

Sebuah saran yang awalnya tidak terlalu diambil fikir oleh saya dan suami. Walaupun saran tersebut bukan saran yang baru saya dengar, tapi entah kenapa jadi terasa penting karena hari H itu belum juga tiba.
Sabtu, 19 Juni 2010, waktunya untuk kontrol ke dokter kandungan. Ketika bersiap menuju rumah sakit, entah kenapa saya merasa ada sesuatu yang merembes keluar, curiga air ketuban, tapi sedikit sekali. Selama perjalanan, saya merasakan mulas setiap lima menit sekali yang semakin menambah kecurigaan bahwa proses melahirkan akan segera tiba. Tepat ketika sampai di pintu rumah sakit, air ketuban mengucur deras, saya pun segera masuk ke ruang UGD untuk segera dilakukan penanganan khusus. Sejak siang itu saya hanya diperbolehkan berbaring untuk menghindari kehilangan air ketuban yang lebih banyak lagi, karena berbahaya bagi janin di dalam kandungan. Dokter menyatakan akan melakukan operasi jika dalam waktu enam jam tidak ada penambahan bukaan yang sejak siang masih bukaan 1 longgar. Enam jam kemudian, bukaan ternyata masih sama ketika siang tadi. Namun Alhamdulillah, dokter masih mau bersabar menunggu hingga jam sembilan malam. Pemeriksaan lanjutan pun dilakukan, ternyata bukaan bertambah menjadi bukaan dua. Dokter memutuskan untuk menunggu hingga pukul empat pagi, jika bukaan belum bertambah juga, operasi terpaksa dilakukan jam enam pagi karena dikhawatirkan bayi di dalam kandungan mengalami komplikasi akibat pecah ketuban. Menahan mulas selama tujuh belas jam ternyata sangat melelahkan, terlebih karena saya hanya diperbolehkan berbaring. Malam yang terasa panjang, untungnya ada suami dan ibu yang menemani. Pukul lima pagi, ternyata bukaan masih dua. Mungkin sudah ditakdirkan bayi pertama kami dilahirkan melalui proses SC. Sempat menangis ketika akhirnya dengan berat hati, demi keselamatan ibu dan anak, operasi pun disetujui. Proses operasi berjalan lancar hingga akhirnya tangisan bayi itupun terdengar, IMD (Inisiasi Menyusui Dini) tetap dilakukan walau terkesan IMD-IMD an (hanya berlangsung sebentar saja, dan langsung diletakkan di dada oleh suster). Alhamdulillah bayi dan ibu selamat dan sehat, itu yang terpenting bagi kami.

Please welcome, our Athar

Sekarang, melewati hari demi hari dengan kehadiran seorang anggota keluarga baru. Sekarang, bertiga kami melewati siang dan malam yang panjang (akibat begadang). Alhamdulillah, semoga sehat selalu. Mohon doanya.

Wednesday, June 30, 2010

Perkenalkan, Sang Buah Hati

Tepat pada tanggal 20 Juni 2010 pukul 06.29 WIB
Telah lahir putra pertama kami dengan berat 2.85 kg dan panjang 50 cm
Lahir di R.S Bersalin Duren Tiga Jakarta Selatan kamar Anggrek 3 (yang tentunya kami sudah tidak disana saat ini :) ) dengan dibantu dr.Junita Indarwati,Spog.

Dia yang kami nanti kami beri nama "Athar Ibrahim Amir"



Athar berarti suci
Ibrahim dengan harapan menjadi pemuda seperti Nabi Ibrahim
dan Amir sebagai penanda penerus keturunan Ayahnya.
_____________________________________________________________________

*ini kado buat baby athar selama di r.s
makasih ya om dan tante buat kunjungan dan hadiahnya :)

Wednesday, December 23, 2009

Kantor Baruku, -- for only three weeks ;) --


Kata orang, manusia itu dinamis, butuh perubahan.
I kind a like my new office, wider, more colourful dan mungkin karena hawa hawa long weekend juga kali ya. Waktu pun tak terasa berjalan begitu cepat ketika berada disini.
Beberapa teman dari vendor juga mengatakan tempat yang sekarang lebih baik. Sayangnya, hanya bertahan untuk tiga minggu kedepan. Mahal sih :)
Kembali ke kantor lama di tahun 2010 dengan layout yang baru, semoga semenarik interior disini.
Tak terasa, hampir tiga tahun menjalani tanggung jawab sebagai pekerja di perusahaan ini. Banyak yang sudah diberikan, materiil maupun non materiil. Beberapa kekecewaan mungkin sempat terlintas di pikiran saya dan teman-teman. Namun, rasa syukur harus selalu ditingkatkan. Tidak ada yang sempurna kok di dunia ini. Bukankah kita hanya terus berusaha menjadi lebih baik dari waktu ke waktu? it's hard, tapi harus selalu menjadi penyemangat :)
Masih ada satu keinginan untuk jangka pendek, nonton orkestra. Berharap di milad perusahaanku tahun depan, bisa mengundang twilight orchestra. Atau vienna kembali menggelar pertunjukkannya di Jakarta, murah sih :)
*Hehe, hanya berharap :)

*properti gambar dari hape tina dengan modal ilmu fotografi seadanya ;)

Saturday, January 24, 2009

Eksotisme Ranah Sumatra

Sebelum saya mulai menulis, ingin mengkonfirmasi judul tulisan terlebih dahulu. Bahwasanya saya menulis judul berlebihan, tulisan tidak akan menguak eksotisme ranah sumatra yang sebenarnya :)

Beberapa waktu lalu, tepatnya tanggal 17 dan 18, menyempatkan diri mengunjungi suatu kota di sudut sumatra yang bernama Bengkulu. Tidak lain, hanya ingin memenuhi undangan pernikahan seorang sahabat dekat seangkatan sejurusan :) Bersama seorang sahabat lainnya, kami menginjakkan kaki pertama kalinya di bengkulu. Sebuah kota kecil ternyata, cenderung sepi dan kurang dinamis. Bahkan taksi pun tak ada. Walhasil, kami bingung, setibanya di tempat, banyak yang menawarkan taksi, namun tak satupun taksi terlihat. Ternyata, taksi yang dimaksud adalah mobil sewaan. Untungnya kota bengkulu termasuk kota aman, tidak seperti di palembang (berdasarkan informasi si supir dan tampaknya begitulah adanya), jadi tidak masalah untuk menaiki alat transportasi yang satu ini menuju tempat calon pengantin.

Kami tiba lebih cepat dari yang diperkirakan, sehingga masih banyak waktu untuk berinteraksi dengan calon pengantin di kamarnya. Berinteraksi disini bisa juga dikatakan berfoto bersama :). Interior sangat khas sumatra barat, berhubung kedua calon mempelai berdarah sama, darah padang. Interior yang khas ini membuat teman saya lebih semangat lagi untuk berfoto ria. Menunggu cukup lama, hingga fotografer pernikahan pun didatangkan ke KP (kamar pengantin) untuk mengambil momen sejenak sebelum ijab kabul.

Acara Ijab kabul berlangung lancar. Akhirnya prosesi serah terima anak perempuan dari seorang ayah ke mempelai pria telah selesai. Saatnya untuk menikmati hidangan karena lambung sudah memohon diberikan bahan makanan untuk diproses menjadi glukosa karena jam sudah menunjukkan sekitar pukul 12. Kemudian, kami melakukan sedikit ramah tamah dan foto2x setelah prosesi akad nikah. Setibanya di penginapan, kami tak sanggup melanjutkan acara mengunjungi pantai. Dengan kondisi badan yang tidak fit, kami memutuskan untuk beristirahat saja.

Keesokan harinya, kami memutuskan untuk membayar hutang kami kemarin, pagi-pagi menuju pantai panjang yang terletak tepat di kota bengkulu ini. Pantai sepanjang 8 kilometer ini bisa dikatakan cukup natural karena belum dimanfaatkan maksimal sebagai pantai wisata dan tentunya belum tercemar oleh wisatawan luar negeri. Perjalanan menuju pantai sungguh dipenuhi dengan lika liku. Karena kami tidak mengetahui tempat persis dan tidak ingin mengganggu sang pengantin baru, berbagai usaha kami lakukan. Berbekal informasi pantai yang hanya berjarak 500KM (tanpa mengetahui secara persis 500KM itu sebenernya seberapa jauh sih?) dan bisa ditempuh dengan berjalan kaki, perjalanan dimulai. Sebelumnya bertanya dengan penduduk setempat tentunya dengan bahasa indonesia. Entah mengapa yang ditanya menyahut pertanyaan teman saya tapi menggunakan bahasa yang tidak dikenal, ternyata dia tidak bisa bahasa indonesia (kenapa tidak bilang dari awal *dalam hati, kata temen saya* :D )
Transportasi becak tampaknya patut dicoba, malas untuk jalan sebenarnya.. tapi terjadi sesuatu yang membuat kita memutuskan untuk tidak coba-coba menggunakan transportasi itu. Perjalanan setelah simpang lima ternyata cukup melelahkan, mengapa kami tak sampai2x. Tanpa disengaja, melihat rumah fatmawati -istri soekarno-, patut untuk kami ambil gambarnya. Sebuah rumah panggung khas sumatra.

Siangnya, kami melanjutkan untuk mengikuti walimahan sang pengantin. Dengan budaya minang, sang pengantin tampak cantik sekali. Kebahagiaan terpancar sempurna dengan dominansi merah emas di seluruh dekorasi dan pakaian pengantin. Tarian piring meyambut kedatangan mereka berdua. Anak-anak kecil dengan lihainya bernari. Alhamdulillah, berarti adat masih memiliki generasi penerus. Menurut saya, tarian tradisional indonesia jauh lebih menarik dibanding break dance ataupun modern dance yang diminati kaum muda zaman sekarang.

Setelah prosesi itu, kami melanjutkan perjalanan menuju rencana selanjutnya. Teman SMA sandra menawarkan berkunjung ke rumah pengasingan soekarno di bengkulu. Mengiyakan untuk mampir sebentar, menemukan banyak spot menarik,
termasuk foto-foto beliau bersama keluarga. Ternyata istri pertamanya adalah bu Inggit yang kelahiran sunda, bukan bu Fatmawati yang kelahiran bengkulu (baru tahu saya).
Sorenya, mencoba menangkap gambar sunset dan bermain-main kembali ke pantai. Ternyata, sore hari lebih ramai dibanding pagi hari. Banyak penduduk setempat bermain bola dan sebagian berendam di pantai menikmati hembusan ombak di tubuh.







Tertanda, Nit-Ulya




Thursday, March 13, 2008

Journey to HK ( a story)

Berawal dari sebuah email sekitar dua bulan lalu, sebuah kesempatan untuk mengunjungi bagian lain dari dunia ini yang dibatasi oleh garis teritorial sebuah negeri, datang. Sulit sebenarnya menuangkan kisah perjalanan kemarin ke sebentuk tulisan, karena mengingat kembali kisah ini berarti membangkitkan kembali memori akhir perjalanan yang sungguh tidak manis. Akhir perjalanan yang masih membuatku meneteskan air mata hingga kini,yang disebabkan oleh rasa rindu yang takkan pernah tersampaikan di dunia ini.

Perjalanan pun dimulai... tepatnya pada hari ahad,akhir Januari 2008. Dengan menaiki Garuda kelas ekonomi, bergabung dengan imigran dari china. Tiba di bandara hongkong pada sore hari waktu setempat dengan suhu dibawah 10 derajat,bernaungkan "awan mendung" karena ayah dari salah satu peserta training dari kantor dikabarkan meninggal dunia.Sungguh tak terbayangkan perasaannya pada waktu itu. Mungkin sama dengan apa yang aku rasakan di tempat yang sama satu minggu kemudian.. atau mungkin lebih,entahlah.
Dengan menggunakan taksi yang memiliki kapasitas enam penumpang, melajulah kami menuju tempat penginapan di charter House, Wanchai Road. Hongkong merupakan negeri kecil dengan penduduk yang cukup padat, sehingga selama disana kami tidak menemui konsep perumahan seperti di Indonesia,semuanya berupa apartemen atau flat-flat kecil. Bahkan hotel tempat kami menginap pun menggambarkan betapa efisiennya tata ruang disana. 9 derajat celcius membuat tubuh kami yang hanya dilindungi jaket tipis kedinginan tak karuan,untung tidak ada yang sakit disana,hanya flu kecil-kecilan.


Training diadakan di gedung Eagle Centre,pada sebuah ruangan kecil berisikan satu meja besar,mirip seperti ruangan rapat di kantor kami. Tapi saya rasa ruangan itu merupakan ruangan favorit selama di HK, tidak lain karena kehangatan yang diberikan. Sangat nyaman berada disana,setelah menempuh perjalanan kurang lebih 10 menit jalan kaki ditemani udara yang tidak bersahabat. Usut punya usut..ternyata musim dingin kala itu adalah musim terdingin selama beberapa tahun belakangan.hmmm.. pantas saja, tangan kami sampai beku,terutama pada saat di disneyland,untung saya bawa sarung tangan :)
1 hari = 14 jam aktifitas di luar hotel. Iya, selama disana sepulang training jam 4 / 5 sore,kami selalu menyempatkan berjalan-jalan mengelilingi kota demi kota dengan menggunakan MRT alias kereta api dan tentunya juga dengan berjalan kaki, sampai-sampai telapak kaki kami sudah tidak terasa lagi. Orang-orang disana seakan tidak pernah berhenti belanja.. Tiap hari tiap malam selalu ramai,entah di tempat pusat perbelanjaan, atau di tempat-tempat wisata.

Malam pertama kedatangan kami sempatkan untuk mengunjungi hardrock cafe,bukan untuk bersantai ria..akan tetapi untuk membeli barang-barang disana.Sulitnya minta ampun untuk mendapatkan makanan halal disana,untungnya kami menemui sebuah restoran india berlabelkan HALAL.Akhirnya,makan juga.. Makanan yang sulit didapat dan aroma yang tercium selama menyusuri jalan-jalan disana merupakan dua hal yang sangat tidak saya sukai.

Hari kedua, training pun dimulai.Beruntung sekali kami memiliki trainer yang cerdas, pandai berkomunikasi dan pengertian, serta super baik,sehingga training bukan merupakan hal yang membosankan,walaupun rasa kantuk sesekali menyergap. Hal ini sangat penting karena kami menghabiskan setengah waktu kami disana. Jelas lah, kan kita dikirim ke HK untuk training. Ruangan training yang sempit sangat terasa ketika kita mau melaksanakan sholat dzhuhur,satu shaf paling bisa maksimal untuk dua orang, benar-benar menggambarkan sulitnya beribadah dengan baik selama di HK. seusai training kami pergi mengunjungi dua tempat tujuan wisata di sana, Madamme Tussaud dan The Peak.Lumayanlah bisa ketemu sama Andy Lau, Jackie Chan, Einstein.. lho.. kok ada Einstein? Ada dong, kan cuma patungnya aja.Madamme Tussaud adalah tempat patung-patung lilin tokoh/selebriti terkenal di dunia,karena ini di HK, maka selebritinya banyak artis-artis mandarin. Sebenernya gak terlalu suka aura di MT, seperti teman-teman ketahui,bangunan yang ada patungnya merupakan bangunan yang tidak dimasuki malaikat,kebayanglah ya,, auranya gimana. The Peak, bisa dikatakan daerah tertinggi disana sehingga kita bisa melihat keindahan view HK beberapa kaki diatas permukaan bumi.Sayangnya saat itu cuaca sedang berawan,jadinya gak terlalu puas juga,tapi dinginnya puas banget lah.

Day 3, tepatnya malam ke-tiga. It's Shopping time, membeli buah tangan untuk keluarga dan teman-teman tercinta di Indonesia (mohon maaf buat yang gak kebagian, next time maybe :) ) Shopping timenya cuma sebentar, karena kami ingin menikmati pertunjukan laser di seberang perairan yang dimulai pada pukul 8. Gedung-gedung menari mengikuti irama musik malam itu sambil menembakkan sinar-sinar laser ke angkasa, perpaduan teknologi dan seni, indah sekali.

Day 4, it's SOGO time.. shopping lagi kita. Di SOGO gak beli apa-apa,cuma liat-liat doang,walau salenya lagi gede-gede an menjelang imlek,gak peduli, tetep aja gak beli apa-apa,he3x. Ada bazaar diluar, namanya Jardine Bazaar,penjualnya beragam, ada yang ramah, ada yang jutek, ada yang bisa bahasa Indonesia.Kaget juga pas disapa dengan bahasa indonesia,lancar sekali.. mungkin karena banyak TKW disana, sehingga gak asing lagi dengan orang INdonesia kali ya.Mungkin ada yang penasaran, disangka TKW gak disana?Iya dong! pas di bandara. Oh iya, di dekat SOGO ada restoran INdonesia, akhirnya ketemu nasi.Pemiliknya orang Indonesia, jawa tulen,sementara pelayannya penduduk asli HK.Lucu juga melihat pelayan yang berwajah mandarin berusaha berkomunikasi dengan kita menggunakan bahasa Indonesia. Kalau sudah kebingungan,datanglah pertolongan dari Mbak e pemilik sekaligus koki restoran tersebut.

Day 5,the most exciting journey in the week. Training diadakan hanya setengah hari atas desakan dari kami,untuk memenuhi jadwal hari itu, ke Disneyland. Disney buka sekitar jam 10 atau 11, dan tutup pada jam 7 malam. OLeh karena itu, agar tidak terlalu banyak waktu terlewatkan,kami memohon kepada trainer tersayang untuk mempercepat waktu training hari itu, dari yang seharusnya diakhiri jam 2 siang menjadi jam 11.Tentunya dengan mencicil materi hari itu yang sebagian dilakukan pada hari sebelumnya. Transportasi yang digunakan,tentunya MRT. Setelah beberapa kali ganti stasiun, akhirnya kami tiba pada stasiun terakhir yang akan membawa kami ke resort tersebut.Uniknya, MRT yang digunakan bertema serba mickey.Kursinya pun tersusun seperti sofa-sofa kecil. MTR terbagus dan ternyaman yang pernah kami naiki. Udara dingin bukan main disertai angin menyambut kedatangan kami di Hongkong Disneyland Resort. A little tip, sebaiknya ketika sudah tidak tahan dengan udaranya, segeralah mencari toko terdekat,niscaya akan terobati dengan kehangatan yang diberikan. Sangat menyenangkan disana.Bisa dikatakan benar-benar puas. Wahananya bukan hanya berbalut teknologi dan detail yang artistik, tapi juga didukung dengan waktu pertunjukkan yang cukup lama.

Mengelilingi hutan belantara buatan dengan boat traditional serta hewan-hewan yang seperti sungguhan,menonton pertunjukkan 4D Mickey PhilarMagic Theatre yang fantastic bertaburan bintang-bintang disney mulai dari donald hingga aladdin, menaiki roller coaster Space Mountain didalam ruangan dengan kecepatan luar biasa dan tikungan tajam dibalut suasana langit malam dan backsound mencekam, mengikuti parade "Dream Come TRue" beserta tokoh-tokoh disney dengan kostum dan make up yang benar-benar mirip,hingga pertunjukkan outstanding fireworks tak terlupakan, merupakan pengalaman yang tak terlupakan. So many cool stuff.. Bring back my old dream.. Giving a new spirit of forgotten dreams.

Day 6, Going to China... Mumpung di Hongkong, mampir ke china barang sehari kami lakukan untuk mengisi pundi pengalaman dalam hidup. Perjalanan ke China merupakan perjalanan paling lama, melelahkan dan kurang menyenangkan menurutku. Kami kesana untuk mengunjungi window of the world, miniatur-miniatur dunia. Saya sempat disuruh membuka jilbab oleh petugas visa di China. Tapi setelah saya menyuruhnya melihat foto saya di paspor, akhirnya petugas itu paham juga. Sempat shock ketika melihat cara marketing para penjual souvenir disana, terutama di daerah perbelanjaan dekat stasiun china,mereka benar-benar giat merayu pembeli,sampai-sampai saya hampir terjatuh karena menghindari penjual yang begitu agresif. Dan harganya, harus ditawar dibawah setengah harganya,kalau tidak kita bisa tertipu. Bahkan sampai ada perkataan "Kalau mau beli Ipod disana, jangan untuk dengerin musik". Intinya mah hati-hati tertipu.Last day is not a fantastic day at all,quite tiring.

Wednesday, February 13, 2008

FireWorks of Dreams

Demi memenuhi janji.. mungkin cerita belum bisa dituangkan disini, hanya sekedar video yang menurutku adalah the most exciting experience @HK


Wednesday, January 16, 2008

Senja di Sekitar Wisma Mulia

Hiruk pikuk kehidupan kota begitu tampak di senja hari itu,untungnya belum macet.Kalau sudah macet, gak ada indah-indahnya sama sekali. Hampir setahun lamanya aku mengalami rutinitas ini,menyebrangi jembatan di sore/malam hari,beberapa kali pernah di pagi hari.

Capek?iya, Puas?lumayan, Jenuh?kadang.

Kemudian, setahun kedepan apakah akan masih sama? Masihkah terus setia dengan jembatan ini.Belum tentu juga masih hidup sih.Berharap yang terbaik saja lah.


It's been a long and winding journey

But I am finally here tonight

Picking up the pieces and walking back into the light

Into the sunset of the glory

Where my heart and future lies

There's nothing like this feeling
*taken from Guy Sebastian

Wednesday, November 7, 2007

Kangennn Nulis Blog

Setelah sekian bulan menulis di blog ini dan sekian bulan pula meninggalkannya, rasa rindu menulis mulai mencuat ke permukaan.
Akan tetapi, rutinitas kehidupan membuat hikmah dan inspirasi bersembunyi entah kemana..

Tanpa mereka,ku tak mampu merangkai kata..

Sekarang, saya ingin bercerita.

Tentang sebuah negeri yang ternyata ada di dunia ini.
Pensacola...
Akankah makna turut menjadi nyata
Agar kata menjadi lebih indah
Jauh lebih indah
Agar embun kembali menghiasi rerumputan,

Dan bunga menebar wewangian
hingga ke ujung batas semesta

Saturday, September 1, 2007

Forgiveness

Saya menemukan sebuah artikel menarik tentang pertemanan dari Robert B. Hays yang dapat dijadikan acuan preambule dari tulisan ini. Berikut adalah preambule nya:

DECLARE
“Individual can be useful because they are friends, but not friends because they are useful”

BEGIN
Kata yang hanya terdiri dari lima huruf, T - E - M - A - N, dapat diinterpretasikan dengan banyak hal dan tentunya bisa berbeda untuk setiap orang. Seorang teman bisa jadi seseorang yang kita temui setiap hari, atau bisa juga seseorang yang berada jauh/sangat jauh dari kita tapi tetap bertukar informasi tentang kehidupan sehari-hari.

Terdapat empat aturan pertemanan yang diidentifikasi oleh Argyle and Henderson (1984):

  1. volunteer help in time of need
  2. show emotional support
  3. strive to make him/her happy
  4. stand up for the other in their absence

Ternyata terdapat prekondisi untuk sebuah pertemanan, yaitu kesamaan pada sisi tertentu, semisal usia, sosioekonomi, dan mungkin pendidikan.

Security to relax and 'be completely yourself' (Crawford, 1977; Davis and Todd, 1982), I think this is the main of friendship.

Artikel ini juga menyebutkan beberapa keuntungan dari pertemanan:

  1. Kedekatan, kebersamaan (companionship)
  2. memiliki orang kepercayaan (having a confidant)
  3. dukungan emosional (emotional support)
  4. saling bertukar informasi (information exchange)
  5. bantuan dalam material dan kesulitan lainnya (material or task assistance)
  6. harga diri/merasa berharga dengan memiliki teman (self-esteem, and general value of having a friend)

Kuantitas/kualitas bantuan dan kedekatan diri adalah dua hal yang membedakan teman dekat dengan teman biasa.

Sementara itu, perbedaan pertemanan wanita dan pria adalah: ikatan pertemanan wanita cenderung menekanankan pada emotional sharing, kepercayaan dan saling memberi dukungan, berbeda dengan pria yang pertemanannya lebih ditekankan pada beraktifitas/melakukan sesuatu bersama-sama. Wanita juga lebih cenderung menyukai berkumpul bersama-sama hanya sekedar untuk berbicara.
END

Inti dari tulisan ini adalah ingin menyapa seluruh teman-teman ataupun saudara yang membaca tulisan ini, sekaligus memohon maaf, pastinya atas semua kesalahan yang saya lakukan sengaja maupun tak sengaja. Mengingat sebentar lagi Ramadhan menghampiri dan harus kita sambut dengan beberapa persiapan, diantaranya membersihkan diri dari segala sesuatu. Baik itu dosa, ataupun pinjaman buku dan hutang piutang. Jika ada yang merasa saya punya pinjaman yang belum saya kembalikan, tolong diingatkan.

Terima kasih kawan for helping me so much. You are gifts from God.

Terakhir, mengutip dari sebuah ayat Al Quran,

“Teman-teman akrab pada hari itu sebagiannya menjadi musuh bagi sebagian yang lain kecuali orang-orang yang bertakwa.” (43:67)
Semoga kita dapat terus menjadi teman dunia-akhirat


These are beautiful pictures made by my beautiful friends :)



Saturday, August 11, 2007

Merah - Putih

Merah putih teruslah kau berkibar
Di ujung tiang tertinggi
Di Indonesiaku ini

Ketika Indonesia menjadi tema pada suatu perbincangan, tak akan habis-habisnya kejelekan demi kejelekan diungkapkan disana. Seakan tak ada secercah harapanpun di negeriku ini. Bahkan sempat ada seorang tokoh di DPR yang berkata bahwa Indonesia harus menjual pulau-pulaunya demi membayar hutang-hutang luar negerinya yang semakin menumpuk. Kalau sudah begini, akankah merah putih terus berkibar di tanah khatulistiwa?

Jangankan dalam urusan hutang luar negeri, korupsi atau apapun itu yang berhubungan dengan bad governmental, dalam urusan setengah dien pun beberapa wanita lebih memilih pasangan ‘bule’ dengan alasan mereka lebih menghargai wanita, walaupun belum terbukti secara ilmiah. Jika seluruh wanita berfikiran sama, akankah ada keturunan asli Indonesia?

Tapi, dari seluruh kekurangan yang ada di negeriku ini, mulai dari sistem sampai ke kualitas SDMnya, saya sangat merasa beruntung berada di Indonesia dengan atmosfer islamnya, dengan kondisi sosialnya yang sangat kondusif dalam kehidupan beragama. Bayangkan jika posisi air untuk bertaharah dgantikan dengan tisu, atau jika sulit menyempatkan waktu untuk sholat. Walaupun penerapan islam di negeri ini belum mencapai esensinya, tapi hal-hal yang tampak kecil seperti itu sangat membantu kita untuk menerapkan sisi ’luar’ dari islam.

Biar bagaimanapun juga saya memang dan harus mencintai berada di negeri ini dengan segala kekurangannya.

(Help us, negeri ini sedang membutuhkan orang-orang bermoral tinggi, bukan hanya sekedar berpendidikan tinggi.)

NB: saya kehilangan data di phonebook saya, jadi jika berkenan, sangat diharapkan untuk mengirimkan no.HP/kontak kalian melalui YM/email.


Saturday, July 14, 2007

Ridho dan Ikhlas



Muhammad Ridho Fathi, lahir pada tanggal 2 Januari 2005, tepat ketika keesokan harinya aku harus mengikuti Ujian Akhir Semester. Muhammad Ikhlas Fathi, lahir pada tanggal 2 November 2006, seminggu setelah hari raya Idul Fitri. Keduanya berasal dari rahim yang sama dan berjenis kelamin sama.

Melihat tingkah laku anak kecil membuat sejarah masa lalu kita terungkap kembali. Dari cerita itulah kita dapat mereview kembali karakter dasar kita dan bakat yang mungkin masih terpendam hingga kini. Atau mungkin, kita dapat mengevaluasi perubahan apa saja yang terjadi dan beserta analisis sebab musabab perubahan tersebut. Kesemua hal tersebut dapat menambah bekal kita dalam pencarian jati diri.


Berdasarkan informasi dari pengajian yang saya ikuti, usia 25 - 40 tahun adalah masa-masa pencarian jati diri bagi Rasulullah SAW. Puncaknya adalah pada usia 37-40 tahun ketika beliau mengasingkan diri di gua Hira demi menemukan apa yang ia cari selama ini.
Dan seperti kita ketahui, pada usia 40 tahun beliau dianugerahi keRasulan oleh Allah SWT. Setelah itu, beliau terus memantapkan dan mengembangkan jati dirinya sebagai Rasul Allah. Hingga puncaknya ketika terjadi peristiwa Fathu Makkah (Kemenangan Mekah) ketika beliau berusia sekitar 60 tahun, dan kemudian menghembuskan nafas terakhirnya pada usia 63 tahun. Rasulullah, jika kita melihat secara umum, menikmati masa-masa kejayaan atau kemenangan hanya selama 3 tahun. Sementara 60 tahun pada awal masa hidupnya merupakan perjuangan tiada henti.

Hidup ini memang benar-benar bukan untuk menyaman-nyamankan diri, tapi itu tidaklah semudah kata-kata.
Bagi yang belum menemukan jati dirinya, jangan kecewa dengan kata-kata “Hari gini... masih nyari??” (itu adalah kalimat pembunuh karakter). As I said before (not here), never give up on your dreams, kokoronookude :)

Thursday, June 7, 2007

Journey 2 Bandung

Maybe its intuition something you just don’t question
Like in your eyes
I see my future in an instant
And there it goes I think I found my best friend

Part 1: English

Few days ago, I went to my second hometown, Bandung. I went there for my best friend’s wedding ceremony. I planned to go at Friday early morning, but I messed it up because of my own fault, lack of preparation. We had an appointment at 9.00 o’clock to make a farewell party for the bride. I took an executive train to pay for my foulness and start my journey at 6.42 am. But I think it wasn’t my day because the train is on enhancement, so we leaved at 7.30 am. Thank god there was my friend accompanied me by sms, even it is only for testing her new product :p

I arrived at 11 o’clock at my x-board (kost). And there it goes; they all had already there and make a circle. Meanwhile, the bride’s family already there to picked her up, but we still had times at least until the “Friday prayer” time finished. We’d already bring our own gift to be rounded. I think I get the most wanted gift, a cool flannel box hand made by one of them. And, I think I had a bonus gift from d bride, thank you bride :)

My friend is kind a unique bride, cause she still in her board until H-½ day on her wedding ceremony.. ck ck ck..

Part 2: Indonesian

Dan besoknya… kita harus berangkat jam 7 pagi! Karena acara dimulai 8 o’clock in d morning @ bikasoga, buah batu bandung, relatively far from cisitu lama 40B.

Sesampainya di tempat, kami langsung ’menyerbu’ sang calon pengantin wanita ke tempat riasnya dan berfoto-foto bersamanya. Kemudian, kami mengikuti prosesi akad nikah yang berlangsung full sundanese (for the language), except ucapan ijab kabulnya. Setelah prosesi suci itu berlangsung, kami langsung menyerbu makanan yang tersedia dan menyusun strategi supaya tidak terlalu banyak bolak-balik tapi tetep bisa mencicipi semua makanan disana, he3x. After all, mereka pasangan yang sangat serasi, yang satu jail, lainnya bodor :p . Semoga pernikahan ini dapat menambah kesholehan, kebahagiaan dan rizki bagi mereka berdua, Amin.

She and her husband




Setelah itu, kamipun berpulang ke tempat peristirahatan masing-masing, diantar oleh icha (calon pengantin berikutnya) sampai suatu tempat.

Inti dari journey 2 Bandung adalah reunian.
Sempat konsultasi psikologi gratis juga masalah kerjaan.

Saatnya pulang dan membawa oleh-oleh, terkait janji dengan beberapa orang untuk membawakan sesuatu. Lain kali, no promise ya.. :p