Saturday, September 1, 2007

Forgiveness

Saya menemukan sebuah artikel menarik tentang pertemanan dari Robert B. Hays yang dapat dijadikan acuan preambule dari tulisan ini. Berikut adalah preambule nya:

DECLARE
“Individual can be useful because they are friends, but not friends because they are useful”

BEGIN
Kata yang hanya terdiri dari lima huruf, T - E - M - A - N, dapat diinterpretasikan dengan banyak hal dan tentunya bisa berbeda untuk setiap orang. Seorang teman bisa jadi seseorang yang kita temui setiap hari, atau bisa juga seseorang yang berada jauh/sangat jauh dari kita tapi tetap bertukar informasi tentang kehidupan sehari-hari.

Terdapat empat aturan pertemanan yang diidentifikasi oleh Argyle and Henderson (1984):

  1. volunteer help in time of need
  2. show emotional support
  3. strive to make him/her happy
  4. stand up for the other in their absence

Ternyata terdapat prekondisi untuk sebuah pertemanan, yaitu kesamaan pada sisi tertentu, semisal usia, sosioekonomi, dan mungkin pendidikan.

Security to relax and 'be completely yourself' (Crawford, 1977; Davis and Todd, 1982), I think this is the main of friendship.

Artikel ini juga menyebutkan beberapa keuntungan dari pertemanan:

  1. Kedekatan, kebersamaan (companionship)
  2. memiliki orang kepercayaan (having a confidant)
  3. dukungan emosional (emotional support)
  4. saling bertukar informasi (information exchange)
  5. bantuan dalam material dan kesulitan lainnya (material or task assistance)
  6. harga diri/merasa berharga dengan memiliki teman (self-esteem, and general value of having a friend)

Kuantitas/kualitas bantuan dan kedekatan diri adalah dua hal yang membedakan teman dekat dengan teman biasa.

Sementara itu, perbedaan pertemanan wanita dan pria adalah: ikatan pertemanan wanita cenderung menekanankan pada emotional sharing, kepercayaan dan saling memberi dukungan, berbeda dengan pria yang pertemanannya lebih ditekankan pada beraktifitas/melakukan sesuatu bersama-sama. Wanita juga lebih cenderung menyukai berkumpul bersama-sama hanya sekedar untuk berbicara.
END

Inti dari tulisan ini adalah ingin menyapa seluruh teman-teman ataupun saudara yang membaca tulisan ini, sekaligus memohon maaf, pastinya atas semua kesalahan yang saya lakukan sengaja maupun tak sengaja. Mengingat sebentar lagi Ramadhan menghampiri dan harus kita sambut dengan beberapa persiapan, diantaranya membersihkan diri dari segala sesuatu. Baik itu dosa, ataupun pinjaman buku dan hutang piutang. Jika ada yang merasa saya punya pinjaman yang belum saya kembalikan, tolong diingatkan.

Terima kasih kawan for helping me so much. You are gifts from God.

Terakhir, mengutip dari sebuah ayat Al Quran,

“Teman-teman akrab pada hari itu sebagiannya menjadi musuh bagi sebagian yang lain kecuali orang-orang yang bertakwa.” (43:67)
Semoga kita dapat terus menjadi teman dunia-akhirat


These are beautiful pictures made by my beautiful friends :)



Saturday, August 11, 2007

Merah - Putih

Merah putih teruslah kau berkibar
Di ujung tiang tertinggi
Di Indonesiaku ini

Ketika Indonesia menjadi tema pada suatu perbincangan, tak akan habis-habisnya kejelekan demi kejelekan diungkapkan disana. Seakan tak ada secercah harapanpun di negeriku ini. Bahkan sempat ada seorang tokoh di DPR yang berkata bahwa Indonesia harus menjual pulau-pulaunya demi membayar hutang-hutang luar negerinya yang semakin menumpuk. Kalau sudah begini, akankah merah putih terus berkibar di tanah khatulistiwa?

Jangankan dalam urusan hutang luar negeri, korupsi atau apapun itu yang berhubungan dengan bad governmental, dalam urusan setengah dien pun beberapa wanita lebih memilih pasangan ‘bule’ dengan alasan mereka lebih menghargai wanita, walaupun belum terbukti secara ilmiah. Jika seluruh wanita berfikiran sama, akankah ada keturunan asli Indonesia?

Tapi, dari seluruh kekurangan yang ada di negeriku ini, mulai dari sistem sampai ke kualitas SDMnya, saya sangat merasa beruntung berada di Indonesia dengan atmosfer islamnya, dengan kondisi sosialnya yang sangat kondusif dalam kehidupan beragama. Bayangkan jika posisi air untuk bertaharah dgantikan dengan tisu, atau jika sulit menyempatkan waktu untuk sholat. Walaupun penerapan islam di negeri ini belum mencapai esensinya, tapi hal-hal yang tampak kecil seperti itu sangat membantu kita untuk menerapkan sisi ’luar’ dari islam.

Biar bagaimanapun juga saya memang dan harus mencintai berada di negeri ini dengan segala kekurangannya.

(Help us, negeri ini sedang membutuhkan orang-orang bermoral tinggi, bukan hanya sekedar berpendidikan tinggi.)

NB: saya kehilangan data di phonebook saya, jadi jika berkenan, sangat diharapkan untuk mengirimkan no.HP/kontak kalian melalui YM/email.


Saturday, July 14, 2007

Ridho dan Ikhlas



Muhammad Ridho Fathi, lahir pada tanggal 2 Januari 2005, tepat ketika keesokan harinya aku harus mengikuti Ujian Akhir Semester. Muhammad Ikhlas Fathi, lahir pada tanggal 2 November 2006, seminggu setelah hari raya Idul Fitri. Keduanya berasal dari rahim yang sama dan berjenis kelamin sama.

Melihat tingkah laku anak kecil membuat sejarah masa lalu kita terungkap kembali. Dari cerita itulah kita dapat mereview kembali karakter dasar kita dan bakat yang mungkin masih terpendam hingga kini. Atau mungkin, kita dapat mengevaluasi perubahan apa saja yang terjadi dan beserta analisis sebab musabab perubahan tersebut. Kesemua hal tersebut dapat menambah bekal kita dalam pencarian jati diri.


Berdasarkan informasi dari pengajian yang saya ikuti, usia 25 - 40 tahun adalah masa-masa pencarian jati diri bagi Rasulullah SAW. Puncaknya adalah pada usia 37-40 tahun ketika beliau mengasingkan diri di gua Hira demi menemukan apa yang ia cari selama ini.
Dan seperti kita ketahui, pada usia 40 tahun beliau dianugerahi keRasulan oleh Allah SWT. Setelah itu, beliau terus memantapkan dan mengembangkan jati dirinya sebagai Rasul Allah. Hingga puncaknya ketika terjadi peristiwa Fathu Makkah (Kemenangan Mekah) ketika beliau berusia sekitar 60 tahun, dan kemudian menghembuskan nafas terakhirnya pada usia 63 tahun. Rasulullah, jika kita melihat secara umum, menikmati masa-masa kejayaan atau kemenangan hanya selama 3 tahun. Sementara 60 tahun pada awal masa hidupnya merupakan perjuangan tiada henti.

Hidup ini memang benar-benar bukan untuk menyaman-nyamankan diri, tapi itu tidaklah semudah kata-kata.
Bagi yang belum menemukan jati dirinya, jangan kecewa dengan kata-kata “Hari gini... masih nyari??” (itu adalah kalimat pembunuh karakter). As I said before (not here), never give up on your dreams, kokoronookude :)

Sunday, July 1, 2007

Goodies of Goodness

A little sweet smile is always there along with goodness done by someone. Goodness has goodies that make people addicted, and makes other people, especially the one who received that goodness, also wants to join. All of it ends to an epidemic of goodness.
(I’m so sorry for my terrible English.)

Everyone loves having goodness, even only to watch it in our daily life. Lately, it’s hard to find goodness, people forget about goodies of goodness. It is not only about helping another to reach their dreams. Furthermore, doing goodness is about reaching our dreams. There is a natural humanity deep inside us who always longing in doing goodness.

Goodies tastes are varying. Each person has their own taste of goodness. Don’t ever let people forget about the taste. Don’t ever let me forget about the taste. For u all of my friends, remind me when I’m doing wrong, correct me if I’m wrong (CMIIW).

Last, be a good one. There is no greatness without goodness.

Saturday, June 30, 2007

KCB I vs Area-X vs Sheila vs Dunia Sophie

Novel Cinta Islami, Novel Fiksi Ilmiah Imajinatif, Novel Psikologis, atau Novel Filsafat

Tulisan ini tidak bermaksud membuat resensi buku-buku di atas, karena selain belum pandai membuat resensi, saya juga sudah lupa detail cerita dari beberapa buku yang disebutkan dalam judul di atas. Tulisan ini hanya ingin memberikan pandangan terhadap beberapa jenis novel yang pernah saya baca.


NCI alias novel cinta islami merupakan salah satu jenis novel ’biasa saja’ yang mungkin karena ciri khas ”sinetron”nya, dapat merebut hati banyak penggemar novel, khususnya di kalangan muslim. Dan itu semakin membuktikan bahwa sinetron sedang berjaya, tidak hanya di dunia layar kaca, tapi juga di dunia tulisan. Satu kelebihan dari KCB I adalah mengajarkan bagaimana seseorang harus bertanggung jawab dalam setiap sisi kehidupannya, selebihnya merupakan cerita ”biasa saja” yang mungkin menjadi impian terdalam para muslim-ers.


Lain halnya dengan NFI (novel fiksi ilmiah imajinatif) yang menurut saya, sangat mengundang sisi imajinatif para pembacanya. Karena novel ini berbicara tentang sesuatu yang di luar dari biasanya. Novel sejenis Area X dapat memberikan suasana baru, pandangan baru dalam menjalani kehidupan, bahkan kadang kala inspiratif. Tidak seperti Supernova (putri, ksatria dan bintang jatuh) yang membingungkan, dan karena itulah menjadi berkesan, Area X cocok ketika kita merasa jenuh akan kehidupan monoton dan ingin berimajinasi dengan dunia yang penuh dengan dinamika.

Novel psikologis membawa kita pada dunia lain yang sebenarnya berada di dekat kita. Ada sheila, novel tentang seseorang yang berkepribadian banyak (lupa judulnya), ataupun the doctors. Novel ini membuka mata kita terhadap dunia-dunia yang mungkin belum pernah kita masuki. Karenanya, merangsang sisi simpati dan empati kita dan membuat kita lebih menghargai hidup.

Bingung! Itulah satu kata yang sangat mewakili pandangan saya terhadap novel filsafat yang pernah saya baca, dalam hal ini dunia sophie. Menarik, karena ada unsur keanehan dalam ceritanya yang membuat kita penasaran ”apa sih ini?” dan akhirnya membuka lembaran terakhir lebih dahulu :D. Novel ini juga membangunkan pikiran kita dari kehidupan yang biasa kita jalani. Membuat kita berfikir ulang dan membangun sisi kritis manusia terhadap teori penciptaannya dan perjalanan hidupnya. Cerita mengenai kehidupan aristoteles dan kawan-kawan yang terselip dalam lembaran-lembaran bukunya juga menarik untuk diikuti, tapi untuk saya, menarik hanya pada awal-awal saja.

Satu hal yang kurang, dimana saya bisa mendapatkan novel 1 litre of tears ya? Kalau Dorama nya saja sudah sebagus itu, pasti novelnya jauh lebih menarik, apalagi ditambah dengan penggambaran keindahan geografis japanese nya. Hmmm.. I wonder how it would be..

Thursday, June 7, 2007

Journey 2 Bandung

Maybe its intuition something you just don’t question
Like in your eyes
I see my future in an instant
And there it goes I think I found my best friend

Part 1: English

Few days ago, I went to my second hometown, Bandung. I went there for my best friend’s wedding ceremony. I planned to go at Friday early morning, but I messed it up because of my own fault, lack of preparation. We had an appointment at 9.00 o’clock to make a farewell party for the bride. I took an executive train to pay for my foulness and start my journey at 6.42 am. But I think it wasn’t my day because the train is on enhancement, so we leaved at 7.30 am. Thank god there was my friend accompanied me by sms, even it is only for testing her new product :p

I arrived at 11 o’clock at my x-board (kost). And there it goes; they all had already there and make a circle. Meanwhile, the bride’s family already there to picked her up, but we still had times at least until the “Friday prayer” time finished. We’d already bring our own gift to be rounded. I think I get the most wanted gift, a cool flannel box hand made by one of them. And, I think I had a bonus gift from d bride, thank you bride :)

My friend is kind a unique bride, cause she still in her board until H-½ day on her wedding ceremony.. ck ck ck..

Part 2: Indonesian

Dan besoknya… kita harus berangkat jam 7 pagi! Karena acara dimulai 8 o’clock in d morning @ bikasoga, buah batu bandung, relatively far from cisitu lama 40B.

Sesampainya di tempat, kami langsung ’menyerbu’ sang calon pengantin wanita ke tempat riasnya dan berfoto-foto bersamanya. Kemudian, kami mengikuti prosesi akad nikah yang berlangsung full sundanese (for the language), except ucapan ijab kabulnya. Setelah prosesi suci itu berlangsung, kami langsung menyerbu makanan yang tersedia dan menyusun strategi supaya tidak terlalu banyak bolak-balik tapi tetep bisa mencicipi semua makanan disana, he3x. After all, mereka pasangan yang sangat serasi, yang satu jail, lainnya bodor :p . Semoga pernikahan ini dapat menambah kesholehan, kebahagiaan dan rizki bagi mereka berdua, Amin.

She and her husband




Setelah itu, kamipun berpulang ke tempat peristirahatan masing-masing, diantar oleh icha (calon pengantin berikutnya) sampai suatu tempat.

Inti dari journey 2 Bandung adalah reunian.
Sempat konsultasi psikologi gratis juga masalah kerjaan.

Saatnya pulang dan membawa oleh-oleh, terkait janji dengan beberapa orang untuk membawakan sesuatu. Lain kali, no promise ya.. :p



Wednesday, June 6, 2007

Breaking News

Bagi yang ingin melihat kumpulan puisi ku, ada di sini, silahkan berkunjung.
*nih, udah diupdate... walau cuman sebaris...