Thursday, March 13, 2008

Journey to HK ( a story)

Berawal dari sebuah email sekitar dua bulan lalu, sebuah kesempatan untuk mengunjungi bagian lain dari dunia ini yang dibatasi oleh garis teritorial sebuah negeri, datang. Sulit sebenarnya menuangkan kisah perjalanan kemarin ke sebentuk tulisan, karena mengingat kembali kisah ini berarti membangkitkan kembali memori akhir perjalanan yang sungguh tidak manis. Akhir perjalanan yang masih membuatku meneteskan air mata hingga kini,yang disebabkan oleh rasa rindu yang takkan pernah tersampaikan di dunia ini.

Perjalanan pun dimulai... tepatnya pada hari ahad,akhir Januari 2008. Dengan menaiki Garuda kelas ekonomi, bergabung dengan imigran dari china. Tiba di bandara hongkong pada sore hari waktu setempat dengan suhu dibawah 10 derajat,bernaungkan "awan mendung" karena ayah dari salah satu peserta training dari kantor dikabarkan meninggal dunia.Sungguh tak terbayangkan perasaannya pada waktu itu. Mungkin sama dengan apa yang aku rasakan di tempat yang sama satu minggu kemudian.. atau mungkin lebih,entahlah.
Dengan menggunakan taksi yang memiliki kapasitas enam penumpang, melajulah kami menuju tempat penginapan di charter House, Wanchai Road. Hongkong merupakan negeri kecil dengan penduduk yang cukup padat, sehingga selama disana kami tidak menemui konsep perumahan seperti di Indonesia,semuanya berupa apartemen atau flat-flat kecil. Bahkan hotel tempat kami menginap pun menggambarkan betapa efisiennya tata ruang disana. 9 derajat celcius membuat tubuh kami yang hanya dilindungi jaket tipis kedinginan tak karuan,untung tidak ada yang sakit disana,hanya flu kecil-kecilan.


Training diadakan di gedung Eagle Centre,pada sebuah ruangan kecil berisikan satu meja besar,mirip seperti ruangan rapat di kantor kami. Tapi saya rasa ruangan itu merupakan ruangan favorit selama di HK, tidak lain karena kehangatan yang diberikan. Sangat nyaman berada disana,setelah menempuh perjalanan kurang lebih 10 menit jalan kaki ditemani udara yang tidak bersahabat. Usut punya usut..ternyata musim dingin kala itu adalah musim terdingin selama beberapa tahun belakangan.hmmm.. pantas saja, tangan kami sampai beku,terutama pada saat di disneyland,untung saya bawa sarung tangan :)
1 hari = 14 jam aktifitas di luar hotel. Iya, selama disana sepulang training jam 4 / 5 sore,kami selalu menyempatkan berjalan-jalan mengelilingi kota demi kota dengan menggunakan MRT alias kereta api dan tentunya juga dengan berjalan kaki, sampai-sampai telapak kaki kami sudah tidak terasa lagi. Orang-orang disana seakan tidak pernah berhenti belanja.. Tiap hari tiap malam selalu ramai,entah di tempat pusat perbelanjaan, atau di tempat-tempat wisata.

Malam pertama kedatangan kami sempatkan untuk mengunjungi hardrock cafe,bukan untuk bersantai ria..akan tetapi untuk membeli barang-barang disana.Sulitnya minta ampun untuk mendapatkan makanan halal disana,untungnya kami menemui sebuah restoran india berlabelkan HALAL.Akhirnya,makan juga.. Makanan yang sulit didapat dan aroma yang tercium selama menyusuri jalan-jalan disana merupakan dua hal yang sangat tidak saya sukai.

Hari kedua, training pun dimulai.Beruntung sekali kami memiliki trainer yang cerdas, pandai berkomunikasi dan pengertian, serta super baik,sehingga training bukan merupakan hal yang membosankan,walaupun rasa kantuk sesekali menyergap. Hal ini sangat penting karena kami menghabiskan setengah waktu kami disana. Jelas lah, kan kita dikirim ke HK untuk training. Ruangan training yang sempit sangat terasa ketika kita mau melaksanakan sholat dzhuhur,satu shaf paling bisa maksimal untuk dua orang, benar-benar menggambarkan sulitnya beribadah dengan baik selama di HK. seusai training kami pergi mengunjungi dua tempat tujuan wisata di sana, Madamme Tussaud dan The Peak.Lumayanlah bisa ketemu sama Andy Lau, Jackie Chan, Einstein.. lho.. kok ada Einstein? Ada dong, kan cuma patungnya aja.Madamme Tussaud adalah tempat patung-patung lilin tokoh/selebriti terkenal di dunia,karena ini di HK, maka selebritinya banyak artis-artis mandarin. Sebenernya gak terlalu suka aura di MT, seperti teman-teman ketahui,bangunan yang ada patungnya merupakan bangunan yang tidak dimasuki malaikat,kebayanglah ya,, auranya gimana. The Peak, bisa dikatakan daerah tertinggi disana sehingga kita bisa melihat keindahan view HK beberapa kaki diatas permukaan bumi.Sayangnya saat itu cuaca sedang berawan,jadinya gak terlalu puas juga,tapi dinginnya puas banget lah.

Day 3, tepatnya malam ke-tiga. It's Shopping time, membeli buah tangan untuk keluarga dan teman-teman tercinta di Indonesia (mohon maaf buat yang gak kebagian, next time maybe :) ) Shopping timenya cuma sebentar, karena kami ingin menikmati pertunjukan laser di seberang perairan yang dimulai pada pukul 8. Gedung-gedung menari mengikuti irama musik malam itu sambil menembakkan sinar-sinar laser ke angkasa, perpaduan teknologi dan seni, indah sekali.

Day 4, it's SOGO time.. shopping lagi kita. Di SOGO gak beli apa-apa,cuma liat-liat doang,walau salenya lagi gede-gede an menjelang imlek,gak peduli, tetep aja gak beli apa-apa,he3x. Ada bazaar diluar, namanya Jardine Bazaar,penjualnya beragam, ada yang ramah, ada yang jutek, ada yang bisa bahasa Indonesia.Kaget juga pas disapa dengan bahasa indonesia,lancar sekali.. mungkin karena banyak TKW disana, sehingga gak asing lagi dengan orang INdonesia kali ya.Mungkin ada yang penasaran, disangka TKW gak disana?Iya dong! pas di bandara. Oh iya, di dekat SOGO ada restoran INdonesia, akhirnya ketemu nasi.Pemiliknya orang Indonesia, jawa tulen,sementara pelayannya penduduk asli HK.Lucu juga melihat pelayan yang berwajah mandarin berusaha berkomunikasi dengan kita menggunakan bahasa Indonesia. Kalau sudah kebingungan,datanglah pertolongan dari Mbak e pemilik sekaligus koki restoran tersebut.

Day 5,the most exciting journey in the week. Training diadakan hanya setengah hari atas desakan dari kami,untuk memenuhi jadwal hari itu, ke Disneyland. Disney buka sekitar jam 10 atau 11, dan tutup pada jam 7 malam. OLeh karena itu, agar tidak terlalu banyak waktu terlewatkan,kami memohon kepada trainer tersayang untuk mempercepat waktu training hari itu, dari yang seharusnya diakhiri jam 2 siang menjadi jam 11.Tentunya dengan mencicil materi hari itu yang sebagian dilakukan pada hari sebelumnya. Transportasi yang digunakan,tentunya MRT. Setelah beberapa kali ganti stasiun, akhirnya kami tiba pada stasiun terakhir yang akan membawa kami ke resort tersebut.Uniknya, MRT yang digunakan bertema serba mickey.Kursinya pun tersusun seperti sofa-sofa kecil. MTR terbagus dan ternyaman yang pernah kami naiki. Udara dingin bukan main disertai angin menyambut kedatangan kami di Hongkong Disneyland Resort. A little tip, sebaiknya ketika sudah tidak tahan dengan udaranya, segeralah mencari toko terdekat,niscaya akan terobati dengan kehangatan yang diberikan. Sangat menyenangkan disana.Bisa dikatakan benar-benar puas. Wahananya bukan hanya berbalut teknologi dan detail yang artistik, tapi juga didukung dengan waktu pertunjukkan yang cukup lama.

Mengelilingi hutan belantara buatan dengan boat traditional serta hewan-hewan yang seperti sungguhan,menonton pertunjukkan 4D Mickey PhilarMagic Theatre yang fantastic bertaburan bintang-bintang disney mulai dari donald hingga aladdin, menaiki roller coaster Space Mountain didalam ruangan dengan kecepatan luar biasa dan tikungan tajam dibalut suasana langit malam dan backsound mencekam, mengikuti parade "Dream Come TRue" beserta tokoh-tokoh disney dengan kostum dan make up yang benar-benar mirip,hingga pertunjukkan outstanding fireworks tak terlupakan, merupakan pengalaman yang tak terlupakan. So many cool stuff.. Bring back my old dream.. Giving a new spirit of forgotten dreams.

Day 6, Going to China... Mumpung di Hongkong, mampir ke china barang sehari kami lakukan untuk mengisi pundi pengalaman dalam hidup. Perjalanan ke China merupakan perjalanan paling lama, melelahkan dan kurang menyenangkan menurutku. Kami kesana untuk mengunjungi window of the world, miniatur-miniatur dunia. Saya sempat disuruh membuka jilbab oleh petugas visa di China. Tapi setelah saya menyuruhnya melihat foto saya di paspor, akhirnya petugas itu paham juga. Sempat shock ketika melihat cara marketing para penjual souvenir disana, terutama di daerah perbelanjaan dekat stasiun china,mereka benar-benar giat merayu pembeli,sampai-sampai saya hampir terjatuh karena menghindari penjual yang begitu agresif. Dan harganya, harus ditawar dibawah setengah harganya,kalau tidak kita bisa tertipu. Bahkan sampai ada perkataan "Kalau mau beli Ipod disana, jangan untuk dengerin musik". Intinya mah hati-hati tertipu.Last day is not a fantastic day at all,quite tiring.

Wednesday, February 13, 2008

FireWorks of Dreams

Demi memenuhi janji.. mungkin cerita belum bisa dituangkan disini, hanya sekedar video yang menurutku adalah the most exciting experience @HK


Wednesday, January 16, 2008

Senja di Sekitar Wisma Mulia

Hiruk pikuk kehidupan kota begitu tampak di senja hari itu,untungnya belum macet.Kalau sudah macet, gak ada indah-indahnya sama sekali. Hampir setahun lamanya aku mengalami rutinitas ini,menyebrangi jembatan di sore/malam hari,beberapa kali pernah di pagi hari.

Capek?iya, Puas?lumayan, Jenuh?kadang.

Kemudian, setahun kedepan apakah akan masih sama? Masihkah terus setia dengan jembatan ini.Belum tentu juga masih hidup sih.Berharap yang terbaik saja lah.


It's been a long and winding journey

But I am finally here tonight

Picking up the pieces and walking back into the light

Into the sunset of the glory

Where my heart and future lies

There's nothing like this feeling
*taken from Guy Sebastian

Sunday, January 13, 2008

Drawing The Earth

Betapa beruntungnya seorang arsitektur, mengapa? Karena dia mampu mewujudkan imajinasi-imajinasinya. Jika seorang pelukis mampu mengungkapkan imajinasinya pada sebuah kanvas putih,seorang arsitek mampu mengungkapkannya pada dunia.

Maka jadilah dunia ini kanvas bagi para arsitektur. Bangunan-bangunan unik,modern, maupun tradisional yang berada di sekeliling kita merupakan buah karya mereka. Suatu saat pernah ditayangkan pada sebuah stasiun televisi swasta mengenai bangunan-bangunan modern yang direncanakan dibangun di China untuk menyambut OLimpiade disana. Tampaknya China ingin mempercantik diri menyambut tamu-tamu dunia dengan lukisan-lukisan ‘real’nya. Pada acara tersebut diperlihatkan bangunan-bangunan modern-futuristik yang memakan biaya tidak sedikit dan tentunya dibantu oleh arsitek-arsitek terkemuka dari eropa.CMIIW. If I’m not wrong, dua diantaranya adalah bangunan kantor berita dan stadiun olah raga.

Sebenarnya,kita-kita yang awam terhadap ilmu arsitektur juga bisa menggambar dunia. Dengan apa coba?
Tapi sayangnya… ada saja orang-orang yang merusak gambar tersebut, dengan sampah-sampah yang dibiarkan begitu saja tergeletak di jalanan, dengan asap-asap yang membuat kabut putih tak bersahabat dan langit biru mengusam. Merusak gambaran indah dunia bisa dengan apalagi ya? Tapi tidak mengapa.. toh nanti ada anak-anak keturunan kita yang bisa memperbaiki itu semua. Biarkan saja sekarang kita melakukan apa yang kita mau, walaupun…. . Toh sekarang akibatnya belum besar-besar amat. Atau, mungkin masih bisa kita seimbangkan dengan juga melakukan pemeliharaan pohon, dengan tidak merusak tanaman. Betul tidak?

Whatever things you choose, you own it… you own it all.

Monday, November 12, 2007

Is There Any 100% in this world??





Is there any 100% in this world means is there any person who's living his/her life in the way he/she wants.

kayaknya hampir 100% gak ada ya..
kenapa? karena almost people found their dreams not reach their dreams..

jadi, hidup membentuk impian, atau impian membentuk hidup ya? hmmm
which one will you choose?

Yang pasti impian membuat hidup menjadi indah, dan hidup membuat mimpi menjadi kenyataan.
indahnya lagi jika impian dan hidup bisa bersanding bersama-sama.

Kira-kira seperti itu, maksud gambar dan title postingan ini..


Wednesday, November 7, 2007

Kangennn Nulis Blog

Setelah sekian bulan menulis di blog ini dan sekian bulan pula meninggalkannya, rasa rindu menulis mulai mencuat ke permukaan.
Akan tetapi, rutinitas kehidupan membuat hikmah dan inspirasi bersembunyi entah kemana..

Tanpa mereka,ku tak mampu merangkai kata..

Sekarang, saya ingin bercerita.

Tentang sebuah negeri yang ternyata ada di dunia ini.
Pensacola...
Akankah makna turut menjadi nyata
Agar kata menjadi lebih indah
Jauh lebih indah
Agar embun kembali menghiasi rerumputan,

Dan bunga menebar wewangian
hingga ke ujung batas semesta

Saturday, September 1, 2007

Forgiveness

Saya menemukan sebuah artikel menarik tentang pertemanan dari Robert B. Hays yang dapat dijadikan acuan preambule dari tulisan ini. Berikut adalah preambule nya:

DECLARE
“Individual can be useful because they are friends, but not friends because they are useful”

BEGIN
Kata yang hanya terdiri dari lima huruf, T - E - M - A - N, dapat diinterpretasikan dengan banyak hal dan tentunya bisa berbeda untuk setiap orang. Seorang teman bisa jadi seseorang yang kita temui setiap hari, atau bisa juga seseorang yang berada jauh/sangat jauh dari kita tapi tetap bertukar informasi tentang kehidupan sehari-hari.

Terdapat empat aturan pertemanan yang diidentifikasi oleh Argyle and Henderson (1984):

  1. volunteer help in time of need
  2. show emotional support
  3. strive to make him/her happy
  4. stand up for the other in their absence

Ternyata terdapat prekondisi untuk sebuah pertemanan, yaitu kesamaan pada sisi tertentu, semisal usia, sosioekonomi, dan mungkin pendidikan.

Security to relax and 'be completely yourself' (Crawford, 1977; Davis and Todd, 1982), I think this is the main of friendship.

Artikel ini juga menyebutkan beberapa keuntungan dari pertemanan:

  1. Kedekatan, kebersamaan (companionship)
  2. memiliki orang kepercayaan (having a confidant)
  3. dukungan emosional (emotional support)
  4. saling bertukar informasi (information exchange)
  5. bantuan dalam material dan kesulitan lainnya (material or task assistance)
  6. harga diri/merasa berharga dengan memiliki teman (self-esteem, and general value of having a friend)

Kuantitas/kualitas bantuan dan kedekatan diri adalah dua hal yang membedakan teman dekat dengan teman biasa.

Sementara itu, perbedaan pertemanan wanita dan pria adalah: ikatan pertemanan wanita cenderung menekanankan pada emotional sharing, kepercayaan dan saling memberi dukungan, berbeda dengan pria yang pertemanannya lebih ditekankan pada beraktifitas/melakukan sesuatu bersama-sama. Wanita juga lebih cenderung menyukai berkumpul bersama-sama hanya sekedar untuk berbicara.
END

Inti dari tulisan ini adalah ingin menyapa seluruh teman-teman ataupun saudara yang membaca tulisan ini, sekaligus memohon maaf, pastinya atas semua kesalahan yang saya lakukan sengaja maupun tak sengaja. Mengingat sebentar lagi Ramadhan menghampiri dan harus kita sambut dengan beberapa persiapan, diantaranya membersihkan diri dari segala sesuatu. Baik itu dosa, ataupun pinjaman buku dan hutang piutang. Jika ada yang merasa saya punya pinjaman yang belum saya kembalikan, tolong diingatkan.

Terima kasih kawan for helping me so much. You are gifts from God.

Terakhir, mengutip dari sebuah ayat Al Quran,

“Teman-teman akrab pada hari itu sebagiannya menjadi musuh bagi sebagian yang lain kecuali orang-orang yang bertakwa.” (43:67)
Semoga kita dapat terus menjadi teman dunia-akhirat


These are beautiful pictures made by my beautiful friends :)