Friday, January 7, 2011

Antara Kata dan Kerja

"Doain yaa"
'Udah, kamu masukin aplikasi dulu baru ta' doain. Masa iya gara-gara doa, aplikasinya bisa melayang sendiri kesana. Nanti kalau sudah, lapor, baru ta' doain'
"hahaha.. iyo iyo"

"Ngga usah publish dulu kalau istri baru awal-awal hamil.. diem diem aja, nanti kalau sudah lahiran baru. biar tahu sendiri saja"
'oo gitu ya pak. baiklah'

"tulisannya bagus-bagus kok"
'karya nyatanya apa ya?'
"hmmm, ga ada sih. gitu gitu aja"
' -_- '


Hidup ini tampaknya hanya butuh satu Mario Teguh
Selebihnya, biarkan Engineer Engineer baru , Scientist Scientist baru, seniman seniman baru untuk menorehkan kisahnya dalam kerja kerja nyata
Sudah terlalu banyak orang bermain dalam kata, mimpi tapi dibagi kepada orang-orang yang tidak tepat. Lakukan sajalah...
Lelah membacanya dan lelah mendengarnya :)
Apalah arti kata, jika tiada kerja.
Biarkan kata untuk pribadi, kerja menjadi inspirasi

--If everything has been written down, so why worry you said-- Dewi Lestari

Tuesday, December 14, 2010

THE SWATCH THING

Ahad, 28 Januari 2008
Di sebuah boarding room Bandara Soekarno Hatta

"Bagus mba jamnya, lucu.. beli dimana?"
'oh, ini jam swatch, dibeliin nenekku. Dibawain dari paris'
"ooh, lucu ya mba :)"
'iya, ini dibeliin waktu aku SMA. Kalau di luar negeri harganya memang lebih murah'

* tertarik dan mulai berfikir untuk titip teman di luar negeri membawakan sebuah jam swatch
Seiring berjalan waktu, keinginan itu mulai dilupakan.


Pertengahan tahun 2010

I got a similar watch like what she worn that time,
without asking at all and without expense money of course ^ ^ ...

another goodies that feel so sweet..

Yes, Allah answers our wishes, in a time and occation that we can't imagine :)


Let's make WISHES :D


-- Warming Up before the day--

Tuesday, November 30, 2010

My Lovely Son

Anakku,
Kamu semakin hari semakin lucu  ^  ^

Semakin hari semakin pintar ^  ^

Semakin hari semakin sayang kami padamu



Saturday, October 16, 2010

Kelas Laktasi Dadakan

Dear Readers,
Kali ini ingin berbagi tentang aktifitasku ketika bekerja kembali setelah cuti melahirkan. Hanya ada satu aktifitas tambahan, yaitu memerah asi. Aktifitas ini dilakukan demi memenuhi kebutuhan asupan asi sang buah hati di rumah. Biasanya, para ibu di kantorku melakukan aksinya di toilet (restroom bahasa kerennya) kantor. Untungnya toilet kami sudah masuk kategori office tower bintang lima, kalau tidak, gak akan mau kita perah asi disana. Alhamdulillahnya lagi, terdapat lima orang ibu menyusui (sudah termasuk saya) ketika masuk kembali, sehingga kami sering melakukan aktifitas bersama-sama di sebuah ruangan bernama studio dan ruang make-up. Ruangan tersebut adalah ruangan kosong yang tidak digunakan oleh karyawan, sehingga bisa kami gunakan untuk mengisi botol-botol cinta untuk anak kami. Mimpi kami, memiliki ruangan yang benar-benar khusus diperuntukkan bagi ibu menyusui, semacam ruang menyusui. Ruang tersebut sebenarnya sudah disediakan di wisma mulia lantai.17 tapi itu disebrang gedung city plaza dan menghabiskan waktu jika harus kesana terlebih dahulu. Baru saja diketahui kalau di gedung indosat, terdapat ruang menyusui yang difasilitasi  tiga atau empat set alat pumping elektrik, LCD TV, kulkas dll. Wow, perlu dapat apresiasi dari AIMI nih :).
Satu mimpi lagi adalah membuka day care di sekitar kompleks wisma mulia, pasti laku, namun terhambat dana dan banyak faktor untuk merealisasikannya. Inginnya terus bersama anak di rumah, namun masih belum bisa karena plan A belum terpenuhi, maka kami memilih plan B. Selain itu, saya masih percaya mengasuh anak bukan tentang bagaimana caranya tetapi bagaimana kita, orang tua mengupgrade diri sendiri karena otomatis itulah yang akan membentuk anak kita kelak. Jadi, sekali lagi, selama plan A belum terpenuhi, plan B dulu deh dijalani. Plan yang masih bisa menyumbang upgrade diri dan keluarga.

afternoon hangout with the pumping group before tina's maternity leave


Luluk Lely Soraya, ya kami sudah mengenalnya sebagai vendor di perusahaan kami, namun siapa sangka kalau ternyata beliau adalah duta ASI WHO yang sering melakukan kampanye asi ke berbagai daerah. Beliau juga seorang administrator sebuah milis yang anggotanya banyak dan aktif, ilustrasinya, ketika saya bergabung di milis tersebut, ribuan email langsung memenuhi inbox email saya. Milis tersebut adalah milis sehat yang juga berupaya untuk merasionalkan penggunaan obat di Indonesia yang masih irrasional,contohnya penggunaan puyer yang sudah dilarang diseluruh dunia, tapi masih ada saja di Indonesia, memprihatinkan sekali :(. 

Ketika beliau berkunjung ke meja, langsung saja ditodong oleh salah seorang group pumping kami untuk melakukan kelas laktasi dadakan, sambil praktek sedikit tentunya. Di ruang studio, kami melakukan kelas laktasi dadakan yang singkat sekali namun padat, karena kami juga sudah dibekali ilmu laktasi sebelumnya. Informasi yang lebih banyak didapat sebenarnya lebih ke keadaan perspektif masyarakat indonesia tentang asi. Bahkan, dokter anak pun belum memiliki kurikulum tentang asi, padahal bukankah itu makanan utama bayi ketika lahir? sekali lagi, memprihatinkan. Bagaimana hasilnya jika banyak orang tua menyerah memberikan asi, sementara beberapa petugas kesehatan tidak dibekali ilmu untuk meng-encourage para orang tua tersebut? Tugas kita masih banyak untuk mensosialisasikan asi untuk diberikan kepada anak minimal 6 bulan pertama dimasa kehidupannya di Indonesia. Untungnya saya dikenalkan oleh lingkungan yang pro asi, kalau tidak mungkin sudah terjerembab ke lembah susu buatan yang gizinya masih tidak lebih baik dari asi yang didinginkan. ASI itu unik, berbeda untuk setiap ibu dan berbeda untuk setiap umur pertumbuhan bayi, jadi jangan menyerah ya ibu-ibu... :)

Go Fight for ASI, readers :)
Cheers...

Thursday, October 14, 2010

Sunday, October 3, 2010

DISEWAKAN : Apartemen Kebagusan City


DISEWAKAN
Apartemen Kebagusan City Tower A Lantai 6 FURNISH
(Belakang Gedung Nestle / Perkantoran Arkadia)
Jl. Baung Raya, Kebagusan, Jakarta Selatan

Dekat ke TB Simatupang - ELNUSA - Talavera - Lenteng Agung - Cilandak Town Square - Lebak Bulus - Depok - Fatmawati - Pasar Minggu - Ragunan


Spesifikasi
1 Kamar Tidur
1 Kamar Mandi 
Kitchen Set
1 Ruang Tamu 
AC
Kulkas
Televisi
Rice Cooker
Meja serba guna
Bed set + Lemari pakaian
Panel TV 
Parkir Luas

Rp. 2.75 juta / bulan *nego

Untuk informasi lebih lanjut, email ke : 
amirudind@telkomsel.blackberry.com 
atau 
ulyaran@telkomsel.blackberry.com

Bedroom
Parkir
Kitchen 
Bedroom
kitchen set
Ruang Tamu
TV panel
bathroom + shower

Monday, August 30, 2010

Bijak Menggunakan THR

Semenjak memiliki lebih banyak waktu di rumah, saya jadi lebih sering mendengar siaran berita di televisi. Entah kenapa sering sekali saya mendengar tema tema mengenai penggunaan THR, maklum, bulan Ramadhan selain identik dengan segala sesuatu yang bernuansa religi juga diidentikkan dengan adanya THR, tunjangan hari raya. Saya sempat bertanya, darimana ya cikal bakal THR ini? mungkin karena adanya momen mudik lebaran sehingga perusahaan mengakomodir karyawannya dengan pemberian THR ini. Kabarnya, PNS pada waktu silam tidak memasukkan THR dalam anggaran remunerasi pegawainya, jadi dana diambil dari anggaran pribadi masing-masing institusi, mungkin masih sampai sekarang(?). 

Jadi, ada apa dengan THR? terpicu oleh obrolan dengan salah satu teman mengenai manajemen keuangan dalam rumah tangga, momen THR ini saya rasa menjadi salah satu kesempatan untuk memenuhi amplop-amplop keuangan RT alias Rumah Tangga. 

Sikap konsumtif mewabah di Indonesia ketika Ramadhan datang. Benarkah??
Yaaa, kalau dilihat dari liputan-liputan di televisi, omset penjualan yang naik, ramainya penjual makanan dan pakaian, saya rasa memang demikian adanya. Ada yang berdalih, "toh setahun sekali". Well, kalau masih bisa dimanfaatkan untuk pundi pundi lain selain belanja pribadi, mengapa tidak? setahun sekali juga bukan kita mendapat tambahan berupa THR ini? :) 

Menurut saya, penggunaan THR dalam suatu keluarga sangat bergantung dari visi misi keluarga tersebut. Mungkin bukan visi misi yang sering kita lihat dalam organisasi, tapi lebih kepada perencanaan mau dibawa kemanakah keluarga kita dalam (setidaknya, dan bukan bermaksud meniru repelita :D ) lima tahun kedepan. Ah, tapi saya bukan ahli keuangan, jadi tidak bisa mematok nilai prosentasi dalam tiap amplopnya. 

Hutang (baik itu hutang kepada orang atau hutang cicilan) adalah satu yang utama untuk dilunasi. Kenapa? karena ketika hutang menipis, dana bisa dimaksimalkan untuk investasi atau menambah hutang yang lain :) (hutang cicilan untuk investasi maksudnya). Juga mengingat salah satu prinsip dalam islam juga yang menyebutkan bahwa tidak bisa kita makan enak sementara masih ada hutang yang belum terbayar. Merasa tersindir? semua orang rasanya akan merasa tersindir :D. Tapi, ada juga yang berpendapat bahwa tidak apa-apa hutang dibiarkan lama, sementara dananya bisa untuk diputar ke tempat yang lain yang menghasilkan dana tambahan, hmmm.. Sekali lagi saya belum menggali lebih lanjut antara hubungan prinsip islam mengenai hutang dan pemanfaatan hutang, mungkin ada tafsir yang lebih dari sekedar kalimat harfiahnya.

Oke, pertama hutang, kedua adalah investasi dalam bentuk apapun yang disukai, walaupun mungkin baru bisa berupa tabungan. Lebih besar nilai return investasinya, lebih besar pula resikonya. Kalau mau mencari investasi yang aman dan returnnya besar, biasanya butuh waktu lama. Jadi, disesuaikan dengan rencana RT kita tentunya. Mengenai jenis-jenis investasi, rasanya sudah banyak yang membahas, tinggal dipilih dipilih :). Baru terfikir oleh saya dua amplop yang dapat diisi ketika kita (mumpung) mendapat THR. Dua amplop tersebut tentunya setelah dikurangi amplop zakat dan sedekah demi bersih dan barokahnya harta kita.

Sekian uneg-uneg yang mau dikeluarkan, (mumpung) ga bisa tidur lagi setelah terbangun. Saatnya tidur lagi sebelum nanti bangun lagi menemani orang-orang makan sahur.