Sunday, January 13, 2008

Drawing The Earth

Betapa beruntungnya seorang arsitektur, mengapa? Karena dia mampu mewujudkan imajinasi-imajinasinya. Jika seorang pelukis mampu mengungkapkan imajinasinya pada sebuah kanvas putih,seorang arsitek mampu mengungkapkannya pada dunia.

Maka jadilah dunia ini kanvas bagi para arsitektur. Bangunan-bangunan unik,modern, maupun tradisional yang berada di sekeliling kita merupakan buah karya mereka. Suatu saat pernah ditayangkan pada sebuah stasiun televisi swasta mengenai bangunan-bangunan modern yang direncanakan dibangun di China untuk menyambut OLimpiade disana. Tampaknya China ingin mempercantik diri menyambut tamu-tamu dunia dengan lukisan-lukisan ‘real’nya. Pada acara tersebut diperlihatkan bangunan-bangunan modern-futuristik yang memakan biaya tidak sedikit dan tentunya dibantu oleh arsitek-arsitek terkemuka dari eropa.CMIIW. If I’m not wrong, dua diantaranya adalah bangunan kantor berita dan stadiun olah raga.

Sebenarnya,kita-kita yang awam terhadap ilmu arsitektur juga bisa menggambar dunia. Dengan apa coba?
Tapi sayangnya… ada saja orang-orang yang merusak gambar tersebut, dengan sampah-sampah yang dibiarkan begitu saja tergeletak di jalanan, dengan asap-asap yang membuat kabut putih tak bersahabat dan langit biru mengusam. Merusak gambaran indah dunia bisa dengan apalagi ya? Tapi tidak mengapa.. toh nanti ada anak-anak keturunan kita yang bisa memperbaiki itu semua. Biarkan saja sekarang kita melakukan apa yang kita mau, walaupun…. . Toh sekarang akibatnya belum besar-besar amat. Atau, mungkin masih bisa kita seimbangkan dengan juga melakukan pemeliharaan pohon, dengan tidak merusak tanaman. Betul tidak?

Whatever things you choose, you own it… you own it all.

Monday, November 12, 2007

Is There Any 100% in this world??





Is there any 100% in this world means is there any person who's living his/her life in the way he/she wants.

kayaknya hampir 100% gak ada ya..
kenapa? karena almost people found their dreams not reach their dreams..

jadi, hidup membentuk impian, atau impian membentuk hidup ya? hmmm
which one will you choose?

Yang pasti impian membuat hidup menjadi indah, dan hidup membuat mimpi menjadi kenyataan.
indahnya lagi jika impian dan hidup bisa bersanding bersama-sama.

Kira-kira seperti itu, maksud gambar dan title postingan ini..


Wednesday, November 7, 2007

Kangennn Nulis Blog

Setelah sekian bulan menulis di blog ini dan sekian bulan pula meninggalkannya, rasa rindu menulis mulai mencuat ke permukaan.
Akan tetapi, rutinitas kehidupan membuat hikmah dan inspirasi bersembunyi entah kemana..

Tanpa mereka,ku tak mampu merangkai kata..

Sekarang, saya ingin bercerita.

Tentang sebuah negeri yang ternyata ada di dunia ini.
Pensacola...
Akankah makna turut menjadi nyata
Agar kata menjadi lebih indah
Jauh lebih indah
Agar embun kembali menghiasi rerumputan,

Dan bunga menebar wewangian
hingga ke ujung batas semesta

Saturday, September 1, 2007

Forgiveness

Saya menemukan sebuah artikel menarik tentang pertemanan dari Robert B. Hays yang dapat dijadikan acuan preambule dari tulisan ini. Berikut adalah preambule nya:

DECLARE
“Individual can be useful because they are friends, but not friends because they are useful”

BEGIN
Kata yang hanya terdiri dari lima huruf, T - E - M - A - N, dapat diinterpretasikan dengan banyak hal dan tentunya bisa berbeda untuk setiap orang. Seorang teman bisa jadi seseorang yang kita temui setiap hari, atau bisa juga seseorang yang berada jauh/sangat jauh dari kita tapi tetap bertukar informasi tentang kehidupan sehari-hari.

Terdapat empat aturan pertemanan yang diidentifikasi oleh Argyle and Henderson (1984):

  1. volunteer help in time of need
  2. show emotional support
  3. strive to make him/her happy
  4. stand up for the other in their absence

Ternyata terdapat prekondisi untuk sebuah pertemanan, yaitu kesamaan pada sisi tertentu, semisal usia, sosioekonomi, dan mungkin pendidikan.

Security to relax and 'be completely yourself' (Crawford, 1977; Davis and Todd, 1982), I think this is the main of friendship.

Artikel ini juga menyebutkan beberapa keuntungan dari pertemanan:

  1. Kedekatan, kebersamaan (companionship)
  2. memiliki orang kepercayaan (having a confidant)
  3. dukungan emosional (emotional support)
  4. saling bertukar informasi (information exchange)
  5. bantuan dalam material dan kesulitan lainnya (material or task assistance)
  6. harga diri/merasa berharga dengan memiliki teman (self-esteem, and general value of having a friend)

Kuantitas/kualitas bantuan dan kedekatan diri adalah dua hal yang membedakan teman dekat dengan teman biasa.

Sementara itu, perbedaan pertemanan wanita dan pria adalah: ikatan pertemanan wanita cenderung menekanankan pada emotional sharing, kepercayaan dan saling memberi dukungan, berbeda dengan pria yang pertemanannya lebih ditekankan pada beraktifitas/melakukan sesuatu bersama-sama. Wanita juga lebih cenderung menyukai berkumpul bersama-sama hanya sekedar untuk berbicara.
END

Inti dari tulisan ini adalah ingin menyapa seluruh teman-teman ataupun saudara yang membaca tulisan ini, sekaligus memohon maaf, pastinya atas semua kesalahan yang saya lakukan sengaja maupun tak sengaja. Mengingat sebentar lagi Ramadhan menghampiri dan harus kita sambut dengan beberapa persiapan, diantaranya membersihkan diri dari segala sesuatu. Baik itu dosa, ataupun pinjaman buku dan hutang piutang. Jika ada yang merasa saya punya pinjaman yang belum saya kembalikan, tolong diingatkan.

Terima kasih kawan for helping me so much. You are gifts from God.

Terakhir, mengutip dari sebuah ayat Al Quran,

“Teman-teman akrab pada hari itu sebagiannya menjadi musuh bagi sebagian yang lain kecuali orang-orang yang bertakwa.” (43:67)
Semoga kita dapat terus menjadi teman dunia-akhirat


These are beautiful pictures made by my beautiful friends :)



Saturday, August 11, 2007

Merah - Putih

Merah putih teruslah kau berkibar
Di ujung tiang tertinggi
Di Indonesiaku ini

Ketika Indonesia menjadi tema pada suatu perbincangan, tak akan habis-habisnya kejelekan demi kejelekan diungkapkan disana. Seakan tak ada secercah harapanpun di negeriku ini. Bahkan sempat ada seorang tokoh di DPR yang berkata bahwa Indonesia harus menjual pulau-pulaunya demi membayar hutang-hutang luar negerinya yang semakin menumpuk. Kalau sudah begini, akankah merah putih terus berkibar di tanah khatulistiwa?

Jangankan dalam urusan hutang luar negeri, korupsi atau apapun itu yang berhubungan dengan bad governmental, dalam urusan setengah dien pun beberapa wanita lebih memilih pasangan ‘bule’ dengan alasan mereka lebih menghargai wanita, walaupun belum terbukti secara ilmiah. Jika seluruh wanita berfikiran sama, akankah ada keturunan asli Indonesia?

Tapi, dari seluruh kekurangan yang ada di negeriku ini, mulai dari sistem sampai ke kualitas SDMnya, saya sangat merasa beruntung berada di Indonesia dengan atmosfer islamnya, dengan kondisi sosialnya yang sangat kondusif dalam kehidupan beragama. Bayangkan jika posisi air untuk bertaharah dgantikan dengan tisu, atau jika sulit menyempatkan waktu untuk sholat. Walaupun penerapan islam di negeri ini belum mencapai esensinya, tapi hal-hal yang tampak kecil seperti itu sangat membantu kita untuk menerapkan sisi ’luar’ dari islam.

Biar bagaimanapun juga saya memang dan harus mencintai berada di negeri ini dengan segala kekurangannya.

(Help us, negeri ini sedang membutuhkan orang-orang bermoral tinggi, bukan hanya sekedar berpendidikan tinggi.)

NB: saya kehilangan data di phonebook saya, jadi jika berkenan, sangat diharapkan untuk mengirimkan no.HP/kontak kalian melalui YM/email.


Saturday, July 14, 2007

Ridho dan Ikhlas



Muhammad Ridho Fathi, lahir pada tanggal 2 Januari 2005, tepat ketika keesokan harinya aku harus mengikuti Ujian Akhir Semester. Muhammad Ikhlas Fathi, lahir pada tanggal 2 November 2006, seminggu setelah hari raya Idul Fitri. Keduanya berasal dari rahim yang sama dan berjenis kelamin sama.

Melihat tingkah laku anak kecil membuat sejarah masa lalu kita terungkap kembali. Dari cerita itulah kita dapat mereview kembali karakter dasar kita dan bakat yang mungkin masih terpendam hingga kini. Atau mungkin, kita dapat mengevaluasi perubahan apa saja yang terjadi dan beserta analisis sebab musabab perubahan tersebut. Kesemua hal tersebut dapat menambah bekal kita dalam pencarian jati diri.


Berdasarkan informasi dari pengajian yang saya ikuti, usia 25 - 40 tahun adalah masa-masa pencarian jati diri bagi Rasulullah SAW. Puncaknya adalah pada usia 37-40 tahun ketika beliau mengasingkan diri di gua Hira demi menemukan apa yang ia cari selama ini.
Dan seperti kita ketahui, pada usia 40 tahun beliau dianugerahi keRasulan oleh Allah SWT. Setelah itu, beliau terus memantapkan dan mengembangkan jati dirinya sebagai Rasul Allah. Hingga puncaknya ketika terjadi peristiwa Fathu Makkah (Kemenangan Mekah) ketika beliau berusia sekitar 60 tahun, dan kemudian menghembuskan nafas terakhirnya pada usia 63 tahun. Rasulullah, jika kita melihat secara umum, menikmati masa-masa kejayaan atau kemenangan hanya selama 3 tahun. Sementara 60 tahun pada awal masa hidupnya merupakan perjuangan tiada henti.

Hidup ini memang benar-benar bukan untuk menyaman-nyamankan diri, tapi itu tidaklah semudah kata-kata.
Bagi yang belum menemukan jati dirinya, jangan kecewa dengan kata-kata “Hari gini... masih nyari??” (itu adalah kalimat pembunuh karakter). As I said before (not here), never give up on your dreams, kokoronookude :)

Sunday, July 1, 2007

Goodies of Goodness

A little sweet smile is always there along with goodness done by someone. Goodness has goodies that make people addicted, and makes other people, especially the one who received that goodness, also wants to join. All of it ends to an epidemic of goodness.
(I’m so sorry for my terrible English.)

Everyone loves having goodness, even only to watch it in our daily life. Lately, it’s hard to find goodness, people forget about goodies of goodness. It is not only about helping another to reach their dreams. Furthermore, doing goodness is about reaching our dreams. There is a natural humanity deep inside us who always longing in doing goodness.

Goodies tastes are varying. Each person has their own taste of goodness. Don’t ever let people forget about the taste. Don’t ever let me forget about the taste. For u all of my friends, remind me when I’m doing wrong, correct me if I’m wrong (CMIIW).

Last, be a good one. There is no greatness without goodness.